Kasus influenza 2026 di Indonesia tercatat 1.527 kasus positif hingga akhir September, lebih rendah dari 2025 yang mencapai 2.790 kasus. Meski begitu, proporsi positif di fasilitas kesehatan sentinel terpantau meningkat pada minggu ke-38.
Data tersebut disampaikan Plt Direktur Jenderal P2P Kemenkes Andi Saguni dalam konferensi pers, Senin (28/9). Ia memaparkan bahwa subtipe influenza A H1N1 PDM09 menjadi yang terbanyak, disusul influenza A H3N2 dan tipe B Victoria.
Andi menyebut komposisi subtipe tahun ini tidak berubah dari tahun sebelumnya. "Subtipe lineage itu sama, terbanyak H1N1 kemudian diikuti H3N2 dan tipe B Victoria," ujarnya.
Kasus Influenza 2026 Terbanyak di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten
Dari sisi wilayah, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan kasus terbanyak. "Kasus terbanyak itu adalah di provinsi DKI," kata Andi. Bila dilihat dari jumlah kasus dan proporsi positivity rate, tiga provinsi teratas adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
Proporsi Positif di Fasilitas Kesehatan Sentinel Naik
Surveilans sentinel memperlihatkan adanya peningkatan. Data dari 35 rumah sakit sentinel SARI pada minggu ke-38 2026 menunjukkan proporsi kasus positif influenza naik menjadi 53 persen dari 28 persen pada minggu sebelumnya. Meski meningkat, aktivitas influenza di rumah sakit sentinel masih berada dalam kategori rendah dan disebut sesuai dengan pola musiman di Indonesia.
Sementara itu, data dari 39 puskesmas sentinel mencatat proporsi positif influenza naik menjadi 59 persen dari 54 persen pada minggu sebelumnya. Berdasarkan data tersebut, aktivitas influenza berada dalam kategori sedang.
Posisi Subclade K dalam Peta Influenza Nasional
Di tengah peningkatan itu, Kemenkes juga memantau influenza A H3N2 subclade K yang belakangan dikenal masyarakat sebagai super flu. Sepanjang 2025 hingga minggu ke-38 2026, subclade K tercatat tersebar di 20 provinsi, dengan kasus paling banyak di DKI Jakarta, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur. Pada 2026, jumlahnya 22 kasus dari sejumlah provinsi.
Secara keseluruhan, gambaran yang disampaikan Kemenkes memperlihatkan bahwa jumlah kasus influenza tahun ini lebih rendah dibandingkan 2025, tetapi tren mingguan di fasilitas sentinel tetap perlu dipantau. Kenaikan proporsi positif di rumah sakit dan puskesmas menjadi indikator yang terus diikuti oleh pemerintah.