Bahasa Kita – Como 1907 memastikan tiket Liga Champions musim depan setelah meraih kemenangan telak atas Cremonese pada pekan terakhir Serie A 2025/2026 di Stadion Giovanni Zini, Minggu (24/5/2026).
Tim asuhan Cesc Fabregas menang meyakinkan dan mengakhiri musim di posisi keempat klasemen Serie A dengan koleksi 71 poin.
Jumlah poin tersebut membuat Como 1907 menyamai raihan Juventus sekaligus mengamankan tempat di kompetisi Champions League musim depan.
Yang jadi sorotan, pertandingan berlangsung panas dan diwarnai keributan besar pada babak kedua hingga wasit mengeluarkan tiga kartu merah hanya dalam waktu satu menit.
Como 1907 Dominan Sejak Babak Pertama
Como tampil agresif sejak awal pertandingan dan terus menekan lini pertahanan tuan rumah.
Berdasarkan laporan jalannya laga dari quicomo.it, gol pembuka Como lahir pada menit ke-36 lewat Jesus Rodriguez.
Gol tersebut bermula dari bola muntah hasil tendangan Douvikas yang gagal diamankan sempurna oleh penjaga gawang Cremonese.
Keunggulan 1-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Como kembali menambah tekanan.
Pada menit ke-51, Douvikas sukses mencetak gol kedua tim tamu setelah menerima umpan matang dari Rodriguez.
Gol tersebut sekaligus menjadi gol ke-15 Douvikas di Serie A musim ini.
Namun hanya berselang satu menit, Cremonese berhasil memperkecil ketertinggalan lewat penalti Bonazzoli yang membuat skor berubah menjadi 1-2.
Keributan dan Tiga Kartu Merah Warnai Laga
Pertandingan mulai memanas pada menit ke-66 ketika wasit Maresca melakukan peninjauan VAR terkait pelanggaran bek Cremonese, Bianchetti, terhadap penyerang Como, Douvikas.
Setelah meninjau monitor Video Assistant Referee cukup lama, wasit memutuskan memberikan penalti kepada Como.
Keputusan tersebut memicu protes keras dari kubu tuan rumah.
Dilansir gianlucadimarzio.com, situasi semakin panas hingga wasit langsung mengeluarkan tiga kartu merah sekaligus.
David Okereke dan Milan Djuric yang sedang melakukan pemanasan di pinggir lapangan ikut diganjar kartu merah karena melakukan protes berlebihan.
Sementara itu, gelandang Grassi juga diusir keluar lapangan.
Tak berhenti di situ, Direktur Olahraga Cremonese, Giacchetta, bahkan sempat masuk ke lapangan bersama sejumlah pemain untuk memprotes keputusan wasit.
Dalam konteks tersebut, situasi pertandingan berubah tidak kondusif dan membuat konsentrasi tuan rumah terganggu.
Como 1907 Kunci Tiket Liga Champions
Unggul jumlah pemain membuat Como semakin leluasa menguasai pertandingan.
Di sisi lain, Cremonese kesulitan membangun serangan setelah kehilangan sejumlah pemain akibat kartu merah.
Como kemudian memastikan kemenangan besar lewat dua gol tambahan dari Da Cunha.
Dua gol tersebut menutup pertandingan dengan skor telak sekaligus memastikan Como mengakhiri musim di posisi empat besar Serie A.
Yang menarik, keberhasilan ini menjadi pencapaian besar bagi Como 1907 di bawah arahan Cesc Fabregas.
Sementara itu, kekalahan tersebut memastikan Cremonese terdegradasi ke kasta kedua sepak bola Italia.
Cremonese menutup musim di posisi ke-18 klasemen dengan raihan 34 poin.
Dalam perkembangan selanjutnya, Como 1907 dipastikan akan tampil di kompetisi Liga Champions musim depan setelah berhasil mengamankan posisi empat besar Serie A hingga pekan terakhir.
