demo sppg kabupaten tasikmalayaPegawai SPPG Tasikmalaya meminta Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan. Ribuan pekerja khawatir kehilangan pekerjaan akibat polemik.

Pegawai SPPG Tasikmalaya mendesak pemerintah memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan. Ribuan pegawai dan relawan mengaku khawatir kehilangan mata pencaharian apabila program tersebut dihentikan di tengah polemik Badan Gizi Nasional.

Ribuan pegawai dan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Bupati Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (25/6/2026). Mereka meminta pemerintah melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan tidak menghentikannya akibat polemik yang terjadi di Badan Gizi Nasional (BGN).

Sejak pagi, peserta aksi dari berbagai SPPG di Kabupaten Tasikmalaya mulai berdatangan. Mereka membawa atribut resmi SPPG serta spanduk yang berisi dukungan agar program MBG tetap berlanjut.

Menurut para peserta aksi, Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya membantu anak-anak penerima manfaat. Selain itu, program tersebut juga menjadi sumber penghasilan bagi ribuan pegawai, relawan, hingga pelaku usaha yang terlibat dalam pelaksanaannya.

Ribuan Pegawai Khawatir Kehilangan Mata Pencaharian

Salah seorang pegawai SPPG, Asep Alya (41), menyampaikan kekhawatirannya apabila program MBG dihentikan saat masa libur sekolah maupun secara permanen.

Menurutnya, para pegawai tidak seharusnya ikut menanggung dampak dari persoalan yang terjadi di tingkat Badan Gizi Nasional.

Jangan kami juga jadi korban, kami malah nanti jadi pengangguran lagi kalau MBG ditutup saat libur sekolah atau malah ditiadakan total. Yang salah Kepala BGN korupsi, kenapa kami juga harus dihukum?,” ujar pendemo saat berorasi.

Demo MBG Kabupaten Tasikmalaya
Relawan & Mitra SPPG Demo Desak MBG Berlanjut diTasikmalaya

Ia menilai Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu kebijakan pemerintah yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sekarang mana kekayaan alam yang dirasakan masyarakat langsung, tol dibangun masih bayar, bensin mahal seenak-enaknya saja dinaikan harga, emas sama saja mahal kalau beli, semua kebutuhan mahal. Tapi MBG gratis dan dirasakan langsung masyarakat.

Lebih jauh, ketakutan kehilangan pekerjaan akan berdampak langsung terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak mereka.

Jika kami menganggur bagaimana nasib anak-anak kami yang masih sekolah.

Peserta Aksi Nilai MBG Memberi Dampak Ekonomi

Sementara itu, pegawai SPPG lainnya,Reni (35), menyebut banyak pekerja kini menggantungkan penghasilan dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Ia khawatir penghentian program atau perubahan mekanisme pelaksanaan akan membuat ribuan pekerja kehilangan mata pencaharian.

Jangan lah membuat kami terus tersiksa, yang salah koruptornya, kenapa kami yang jadi korban lagi.,” katanya.

Selain menyuarakan nasib para pekerja, peserta aksi juga menilai Program Makan Bergizi Gratis telah menggerakkan perekonomian masyarakat. Dalam praktiknya, berbagai pelaku usaha lokal ikut terlibat sebagai bagian dari rantai pasok kebutuhan pangan untuk mendukung operasional program tersebut.

Karena itu, para pegawai dan relawan berharap pelaksanaan MBG tetap berlangsung sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan, baik oleh penerima program maupun masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian pada ekosistem tersebut.