Menu MBG Ayam RempahMenu MBG ayam rempah batal dibagikan kepada 300 penerima setelah Ketua SPPG Jati mengalami mual usai mencicipi. Aroma makanan dinilai tidak lolos uji organoleptik.

Menu MBG ayam rempah batal didistribusikan kepada 300 penerima setelah Ketua SPPG Jati mencicipinya dan menemukan aroma tidak biasa. Keputusan penghentian distribusi diambil sebelum makanan sampai ke penerima manfaat.

Menu MBG ayam rempah menjadi perhatian setelah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jati, Desa Jati, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, membatalkan pendistribusiannya. Keputusan itu diambil menyusul temuan aroma yang dinilai tidak normal pada menu ayam rempah yang telah disiapkan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ketua SPPG Jati, Abra Yodha Raya, mengaku mengalami mual, muntah, dan pusing setelah mencicipi menu tersebut. Meski demikian, makanan belum sempat dibagikan sehingga ratusan penerima tidak mengonsumsi hidangan tersebut.

Menu MBG Ayam Rempah Dihentikan Sebelum Distribusi

Abra menjelaskan, laporan pertama datang dari tim dapur yang mencurigai aroma ayam rempah. Chef kemudian meminta agar makanan diperiksa lebih lanjut sebelum proses distribusi berlangsung.

Selain chef, ahli gizi juga ikut melakukan pemeriksaan awal terhadap makanan tersebut. Setelah menerima laporan, Abra memutuskan turun langsung untuk mencicipi sekaligus mengevaluasi kualitas menu yang telah dimasak.

Menurutnya, rasa ayam rempah masih tergolong baik karena tertutup bumbu rempah. Namun, aroma makanan dinilai berbeda dan cenderung agak asam sehingga memunculkan kecurigaan terhadap kualitasnya.

Uji Organoleptik Jadi Dasar Pembatalan

Abra mengungkapkan sekitar 10 orang ikut mencicipi menu tersebut. Mereka terdiri atas dirinya, tim pengolahan makanan, serta ahli gizi. Dari seluruh peserta uji rasa, hanya Abra yang mengaku mengalami mual, muntah, dan pusing.

Ia menilai aroma makanan tidak memenuhi standar uji organoleptik. Dalam penilaian tersebut, kualitas aroma hanya memperoleh nilai 2 pada skala 1 hingga 5. Hasil itu menjadi dasar untuk menghentikan distribusi makanan.

Sementara itu, Abra juga menduga kondisi fisiknya ikut memengaruhi reaksi yang dialaminya. Ia mengaku sebelumnya menjalani aktivitas padat, termasuk bermain sepak bola hingga kelelahan dan melanjutkan jadwal piket tanpa waktu istirahat yang cukup.

Meski begitu, keputusan pembatalan tetap diambil sebagai langkah kehati-hatian. Dalam praktiknya, makanan yang telah dimasak untuk batch kedua tersebut disiapkan bagi sekitar 300 penerima manfaat program MBG.

Yang menjadi sorotan, seluruh menu berhasil ditahan sebelum proses distribusi dimulai. Dengan demikian, tidak ada penerima manfaat yang mengonsumsi ayam rempah yang memiliki aroma mencurigakan tersebut.

Kasus ini bermula dari laporan internal tim dapur yang segera ditindaklanjuti melalui pemeriksaan rasa, aroma, dan uji organoleptik. Langkah tersebut memastikan makanan yang dinilai tidak memenuhi standar tidak sampai diterima oleh peserta program Makan Bergizi Gratis.