Ketegangan perdagangan China dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Beijing memperluas langkah balasan, mulai dari penyelidikan keamanan nasional hingga komunikasi langsung dengan Perwakilan Dagang AS mengenai kebijakan tarif terbaru.
Respons China terhadap kebijakan tarif terbaru Amerika Serikat tidak berhenti pada penghentian ekspor drone. Pemerintah China juga mengambil sejumlah langkah lanjutan yang memperlihatkan meningkatnya ketegangan perdagangan antara kedua negara.
Salah satu langkah tersebut ialah memulai penyelidikan keamanan nasional terhadap impor printer kantor dan mesin fotokopi. Di sisi lain, Beijing juga menghentikan inspeksi lanjutan pabrik oleh badan sertifikasi China serta memasukkan perusahaan pengujian kepatuhan asal Amerika Serikat ke dalam daftar hitam.
China Sampaikan Keberatan Langsung kepada Amerika Serikat
Pejabat tinggi perdagangan China, He Lifeng, turut menyampaikan kekhawatiran serius kepada Perwakilan Dagang Amerika Serikat, Jamieson Greer, melalui percakapan telepon. Informasi tersebut dilaporkan kantor berita pemerintah China, Xinhua.
Sebelumnya, Beijing juga menuduh Washington menekan perusahaan-perusahaan China setelah Amerika Serikat melarang impor robot humanoid dan robot berkaki empat yang diproduksi di luar negeri.
Dalam konteks tersebut, pemerintah China menilai kebijakan tarif terbaru semakin memperbesar tekanan terhadap hubungan dagang kedua negara.
Gencatan Perang Dagang Kembali Terancam
Yang menjadi sorotan, hubungan dagang China dan Amerika Serikat sempat mereda setelah Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping mencapai kesepahaman pada pertemuan Oktober tahun lalu.
Namun, kebijakan tarif terbaru terhadap China dan 59 negara lain kembali memunculkan kekhawatiran terhadap kelanjutan gencatan perang dagang tersebut. Beijing pun mengingatkan Washington agar tidak memperluas konflik perdagangan yang sedang berlangsung.
