stok beras di gudang Bulog Kolaka

Stok Beras Kolaka Dipastikan Aman, DPR Minta Warga Tak Panic Buying

Bahasa Kita – Stok beras di Kolaka dipastikan dalam kondisi aman setelah Wakil Ketua Komisi II DPR RI Bahtra Banong melakukan pengecekan langsung ke Gudang Perum Bulog setempat untuk memastikan ketersediaan cadangan beras nasional.

Kunjungan tersebut dilakukan guna merespons kondisi global yang memicu kenaikan harga komoditas pangan sekaligus memastikan stabilitas pasokan di daerah.

Bahtra menyebutkan bahwa pengecekan gudang Bulog merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Kami mendapatkan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengecek gudang-gudang Bulog. Tujuannya memastikan stok pangan aman di tengah situasi global,” ujarnya saat kunjungan kerja, Jumat.

Stok Beras Kolaka dan Jaminan Ketersediaan

Hasil pengecekan menunjukkan bahwa ketersediaan beras di wilayah Kolaka Raya berada dalam kondisi mencukupi.

Bahtra menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi kelangkaan pangan.

Alhamdulillah, stok pangan kita melimpah, terutama di Kolaka Raya ini. Jadi tidak perlu panik,” katanya.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Bahtra Banong
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Bahtra Banong

Yang jadi sorotan, pemerintah memastikan cadangan pangan nasional mampu mencukupi kebutuhan dalam jangka waktu panjang.

Kepala Bulog Cabang Kolaka, Ardiansyah, mengungkapkan bahwa stok beras saat ini mencapai 18.793 ton.

Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah seiring berlangsungnya masa panen.

Ketahanan stok kami mencapai 24 bulan ke depan,” jelasnya.

Selain beras, komoditas lain seperti gula pasir dan minyak goreng juga tersedia dalam kondisi aman.

Distribusi dan Upaya Stabilitas Harga

Di sisi lain, efektivitas distribusi menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

Bahtra menekankan perlunya jalur distribusi yang lancar agar pasokan tidak terhambat.

Dalam praktiknya, Bulog Kolaka terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta aparat untuk menjaga stabilitas pasar.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar pasar murah secara berkala di berbagai titik strategis.

Pasar murah sangat diperlukan untuk meringankan beban masyarakat,” tambah Bahtra.

Kegiatan ini menyasar kelompok masyarakat dengan pendapatan di bawah rata-rata.

Program SPHP dan Pengendalian Harga

Bulog juga menjalankan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebagai bagian dari upaya pengendalian harga.

Program ini menyalurkan beras dan minyak goreng ke pasar tradisional serta pedagang di luar pasar.

Yang kerap luput diperhatikan, pedagang yang menjual beras SPHP diwajibkan mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Hal ini dinilai efektif dalam menekan laju inflasi di sektor pangan.

Sejauh ini SPHP menjadi program yang berhasil menstabilkan harga,” jelas Ardiansyah.

Dengan skema tersebut, pengawasan harga di tingkat pasar dapat berjalan lebih terkontrol.