Trump memerintahkan Departemen Kehakiman AS menyelidiki perusahaan minyak yang dinilai lambat menurunkan harga bensin, meski harga minyak dunia sedang melemah dalam beberapa pekan terakhir.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DoJ) menyelidiki perusahaan-perusahaan minyak yang diduga tidak menurunkan harga bensin sesuai penurunan harga minyak mentah dunia.
Perintah tersebut disampaikan Trump melalui akun media sosial Truth Social pada Rabu.
Menurut Trump, harga minyak mentah sebagai bahan baku utama bensin telah mengalami penurunan yang cukup signifikan. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya tercermin pada harga bahan bakar yang dibayar masyarakat di stasiun pengisian bahan bakar.
Karena itu, Trump menilai konsumen berpotensi menanggung beban harga yang lebih tinggi dibandingkan kondisi pasar energi saat ini.
Trump Soroti Selisih Harga Minyak dan Bensin
Dalam pernyataannya, Trump menuding perusahaan minyak besar tidak menyesuaikan harga bensin secara proporsional dengan penurunan biaya bahan baku yang mereka peroleh.
Ia menilai harga minyak dunia turun dengan sangat cepat, tetapi penyesuaian harga di tingkat konsumen berjalan lebih lambat.
Yang jadi sorotan, Trump menyebut masyarakat seolah menjadi pihak yang dirugikan karena manfaat penurunan harga minyak belum sepenuhnya dirasakan.
Menurutnya, harga bensin seharusnya turun lebih cepat mengikuti tren pelemahan harga minyak mentah global.
Departemen Kehakiman Diminta Segera Bertindak
Merespons kondisi tersebut, Trump mengaku telah menginstruksikan Departemen Kehakiman untuk segera memulai penyelidikan.
Langkah itu bertujuan menelusuri apakah terdapat praktik yang menyebabkan harga bensin tetap tinggi meski biaya produksi mengalami penurunan.
Dalam konteks tersebut, pemerintah AS ingin memastikan mekanisme pasar berjalan secara wajar dan memberikan manfaat bagi konsumen.
Selain itu, penyelidikan juga dapat memberikan gambaran mengenai faktor-faktor yang memengaruhi harga bahan bakar di tingkat ritel.
Harga Bensin Sudah Turun, Tetapi Dinilai Belum Maksimal
Sebelumnya, Trump sempat mengungkapkan bahwa harga rata-rata bensin nasional memang telah mengalami penurunan.
Pada 23 Juni 2026, ia menyebut harga bensin turun sekitar 0,60 dolar AS per galon dibandingkan periode sebelumnya.
Meski begitu, Trump menilai penurunan tersebut masih belum sebanding dengan pelemahan harga minyak mentah di pasar internasional.
Faktanya, harga bensin di Amerika Serikat sempat berada di bawah level 4 dolar AS per galon pada pekan lalu.
Angka tersebut menjadi yang pertama kali tercatat sejak Maret 2026.
Kesepakatan AS-Iran Picu Pelemahan Harga Energi
Penurunan harga energi terjadi setelah Amerika Serikat dan Iran mengumumkan nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik yang berlangsung di antara kedua negara.
Kesepakatan tersebut turut membuka peluang pemulihan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi minyak paling penting bagi perdagangan energi global.
Dengan berkurangnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak, tekanan di pasar energi ikut mereda.
Dampaknya, harga minyak dunia bergerak turun dan memengaruhi harga bahan bakar di berbagai negara.
Harga Energi Jadi Sorotan Pemerintah AS
Yang menarik, perhatian Trump terhadap harga bensin muncul di tengah upaya menjaga daya beli masyarakat Amerika Serikat.
Harga bahan bakar masih menjadi salah satu indikator yang sangat diperhatikan karena berpengaruh langsung terhadap biaya transportasi dan aktivitas ekonomi.
Karena itu, pemerintah AS kini menaruh perhatian pada kecepatan penyesuaian harga bensin setelah harga minyak mentah global mengalami pelemahan.
