Tulsi Gabbard ungkap dokumen baru asal usul Covid-19 yang menyoroti hubungan Institut Virologi Wuhan dengan mantan pejabat kesehatan Amerika Serikat, Anthony Fauci. Dokumen yang baru dideklasifikasi itu memicu kembali perdebatan mengenai sumber pandemi.
Tulsi Gabbard ungkap dokumen baru asal usul Covid-19 setelah Kantor Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat merilis sejumlah berkas yang sebelumnya bersifat rahasia. Dokumen tersebut berkaitan dengan penyelidikan awal pandemi Covid-19.
Direktur Intelijen Nasional AS itu menilai masyarakat berhak mengetahui informasi yang selama ini menjadi perdebatan. Karena itu, pemerintah membuka sejumlah komunikasi internal, laporan whistleblower, dan materi intelijen terkait asal-usul wabah.
“Setelah bertahun-tahun berbohong, sensor, dan menutup-nutupi, rakyat Amerika layak mendapatkan transparansi, kebenaran, dan akuntabilitas,” kata Gabbard dalam pernyataannya, Sabtu (20/6).
Dokumen Intelijen Soroti Hubungan Anthony Fauci dan Wuhan
Menurut Kantor Direktur Intelijen Nasional atau ODNI, dokumen yang dipublikasikan mencakup berbagai informasi terkait proses penyelidikan asal Covid-19.
Yang jadi sorotan, Anthony Fauci disebut ikut dalam diskusi intelijen ketika masih memimpin Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular atau NIAID.
Selain itu, Fauci juga disebut menjalin komunikasi dengan pejabat intelijen pada beberapa tahapan penting peninjauan asal-usul virus.
Secara faktual, ODNI menyebut Fauci mengawasi pendanaan yang mendukung penelitian virus corona yang melibatkan virus kelelawar di Institut Virologi Wuhan.
Tak hanya itu, beberapa komunikasi yang termuat dalam dokumen tersebut disebut bertentangan dengan kesaksian Fauci di Kongres Amerika Serikat pada 2024.
Tulsi Gabbard Tuduh Fauci Berbohong kepada Kongres
Dalam perkembangan terbaru, Gabbard menuduh Fauci memberikan keterangan yang tidak sesuai ketika bersaksi di Kongres pada 2024.
Namun, Fauci telah berulang kali membantah tuduhan tersebut. Ia menegaskan tidak pernah menyesatkan anggota parlemen maupun menutupi informasi mengenai asal-usul Covid-19.
Pada sidang Kongres yang berlangsung Juni 2024, Fauci menyebut berbagai tuduhan terhadap dirinya sebagai klaim yang tidak masuk akal.
Menurutnya, dua kemungkinan asal virus masih terbuka. Ia menilai penularan alami maupun kecelakaan laboratorium sama-sama masuk akal sebagai penjelasan munculnya SARS-CoV-2.
Meski demikian, Fauci meyakini bukti yang tersedia lebih mengarah pada penularan alami. Kendati demikian, ia mengakui bukti tersebut belum memberikan kepastian mutlak.
Asal Virus Covid-19 Masih Belum Dipastikan
Sementara itu, badan intelijen Amerika Serikat hingga kini belum mencapai kesimpulan akhir mengenai asal-usul Covid-19.
Dokumen yang baru dirilis juga belum mendapatkan verifikasi independen. Karena itu, perdebatan mengenai sumber virus masih terus berlangsung.
Covid-19 yang disebabkan virus SARS-CoV-2 pertama kali teridentifikasi di Wuhan, Tiongkok, pada akhir 2019. Selanjutnya, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menetapkan wabah tersebut sebagai pandemi global pada Maret 2020.
Pandemi itu menyebabkan jutaan kematian di berbagai negara. Dampaknya juga meluas ke sektor kesehatan, ekonomi, hingga kehidupan sosial masyarakat dunia.
Hingga saat ini, kalangan ilmiah dan intelijen masih terus meneliti kemungkinan asal alami maupun skenario yang berkaitan dengan laboratorium tanpa menghasilkan kesimpulan pasti.
