bahasakita.id – Gunung Ibu erupsi 259 kali sepanjang 2026 hingga pertengahan Februari. Data ini dirilis melalui aplikasi MAGMA Indonesia milik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Angka tersebut menempatkan Gunung Ibu sebagai gunung api paling aktif kedua secara nasional tahun ini. Secara faktual, intensitas tersebut menunjukkan pola aktivitas yang konsisten, bukan insidental.
Berdasarkan rekap MAGMA Indonesia, total letusan gunung api di Indonesia sepanjang 2026 mencapai 620 kali. Gunung Semeru mencatat jumlah tertinggi, sementara Gunung Ibu berada tepat di bawahnya dengan 259 kali erupsi.
Dalam konteks nasional, selisih angka ini memperlihatkan konsentrasi aktivitas pada dua gunung utama. Di sisi lain, ratusan gunung api aktif lain mencatat frekuensi lebih rendah.
Posisi Gunung Ibu dalam Statistik Nasional 2026
Secara garis besar, 259 kali erupsi berarti hampir terjadi dua letusan setiap hari jika dihitung sejak Januari. Intensitas tersebut menempatkan Gunung Ibu sebagai salah satu pusat aktivitas vulkanik paling dinamis tahun ini.
Data per 15 Februari 2026 menunjukkan, dalam sepekan terakhir saja Gunung Ibu telah erupsi 38 kali. Kolom abu pada salah satu erupsi tercatat mencapai 500 meter di atas puncak atau 1.825 meter di atas permukaan laut.
Rekaman kegempaan harian juga menguatkan gambaran itu. Pada rentang 00.00-23.59 WIT, tercatat lebih dari 100 gempa letusan dengan amplitudo 12-28 milimeter.
Status Aktivitas dan Parameter Resmi PVMBG
PVMBG menetapkan status Gunung Ibu pada Level II (Waspada). Status ini menunjukkan aktivitas meningkat di atas normal. Namun belum masuk kategori Siaga.
Rekomendasi resmi menyebutkan larangan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif. Perluasan sektoral diberlakukan hingga 3,5 kilometer ke arah utara.
Dalam praktiknya, status ini menjadi acuan mitigasi. Bukan hanya untuk warga sekitar, tetapi juga bagi pemerintah daerah dan pemantau vulkanologi.
Jika ditarik lebih jauh, akumulasi 259 kali erupsi sepanjang 2026 bukan sekadar angka statistik. Ia merefleksikan keberlanjutan suplai magma dan tekanan di bawah permukaan.
Gunung Ibu sendiri merupakan bagian dari busur vulkanik Halmahera. Aktivitasnya dipicu oleh pergerakan Lempeng Laut Maluku.
Secara nasional, peta aktivitas 2026 memperlihatkan distribusi yang tidak merata. Dari total 620 letusan, dua gunung menyumbang lebih dari setengahnya. Fakta ini menempatkan Gunung Ibu dalam titik tekan pemantauan vulkanik tahun berjalan.
