Compressed Natural Gass (CNG)Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia

Bahasa Kita – Pemerintah mulai menyiapkan penggunaan Compressed Natural Gass (CNG) sebagai alternatif pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram di masyarakat. Kebijakan tersebut disiapkan untuk menekan impor energi sekaligus mengurangi beban subsidi negara.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan harga CNG diproyeksikan lebih murah sekitar 30 persen dibanding LPG. Menurutnya, hal itu dimungkinkan karena sumber energi CNG berasal dari dalam negeri.

Selain itu, biaya distribusi CNG disebut lebih rendah dibanding LPG yang sebagian besar masih bergantung pada impor. Dalam konteks tersebut, pemerintah menilai pemanfaatan CNG dapat menjadi salah satu langkah efisiensi energi nasional.

Pemerintah juga memperkirakan penggunaan CNG mampu menghemat devisa negara hingga Rp130 triliun. Tak hanya itu, kebutuhan subsidi energi diproyeksikan ikut berkurang jika implementasi berjalan sesuai rencana.

Apa Itu Compressed Natural Gass (CNG)?

Mengacu pada informasi pgnlng, Compressed Natural Gass atau CNG merupakan gas alam yang dikompresi pada tekanan tinggi, umumnya di atas 200 bar. Proses kompresi dilakukan agar volume gas menjadi lebih kecil sehingga lebih mudah disimpan dan didistribusikan.

Secara umum, CNG terdiri dari campuran hidrokarbon seperti metana, etana, propana, dan butana. Namun, kandungan metana dalam CNG biasanya mencapai lebih dari 95 persen.

Perbedaan utama antara CNG, LPG, dan LNG terletak pada bentuk fisik serta tekanan penyimpanannya. CNG disimpan dalam bentuk gas dengan tekanan tinggi.

Sementara itu, LPG disimpan dalam bentuk cair pada tekanan dan suhu moderat. Berbeda halnya dengan LNG yang diangkut dalam bentuk cair pada suhu sangat rendah.

Penggunaan CNG untuk Rumah Tangga Masih Tahap Uji Coba

Pemerintah saat ini masih melakukan uji coba penggunaan tabung CNG untuk masyarakat. Hal tersebut dilakukan karena tekanan CNG mencapai 250 bar sehingga membutuhkan penyesuaian terhadap tabung yang digunakan.

Bahlil mengatakan modifikasi masih diperlukan agar tabung yang nantinya dipakai aman untuk kebutuhan rumah tangga. Hasil uji coba tersebut diperkirakan keluar dalam dua hingga tiga bulan mendatang.

Dalam praktiknya, penggunaan CNG tidak hanya ditujukan untuk rumah tangga. Gas tersebut juga telah digunakan di sektor transportasi dan industri.

Kegunaan CNG di Berbagai Sektor

Di sektor transportasi, CNG digunakan sebagai bahan bakar alternatif kendaraan bermotor, bus, hingga truk. Penggunaan CNG dinilai lebih ramah lingkungan karena menghasilkan emisi lebih rendah dibanding bahan bakar konvensional.

Sementara itu, sektor industri memanfaatkan CNG untuk berbagai proses manufaktur. Faktor kebersihan dan efisiensi membuat gas tersebut dianggap cocok untuk kebutuhan industri tertentu.

Di rumah tangga, CNG digunakan untuk memasak dan memanaskan air. Penggunaan energi tersebut disebut memberikan keuntungan ekonomi sekaligus dampak lingkungan yang lebih baik.

Kelebihan dan Tantangan Penggunaan CNG

CNG memiliki sejumlah keunggulan seperti emisi yang lebih rendah dan harga yang cenderung stabil karena tidak terlalu bergantung pada fluktuasi harga minyak dunia.

Selain itu, CNG berasal dari sumber gas alam yang masih melimpah di dalam negeri. Namun pada kenyataannya, penggunaan CNG juga menghadapi tantangan.

Infrastruktur pengisian CNG masih terbatas di sejumlah wilayah. Tak hanya itu, penyimpanan CNG membutuhkan ruang lebih besar karena gas harus dikompresi pada tekanan tinggi.