Bahasa Kita – Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, harus menghentikan langkah lebih awal pada BWF World Tour Super 500 Thailand Open 2026. Ginting tersingkir di babak 32 besar setelah kalah dua gim langsung dari unggulan utama asal China, Shi Yu Qi, di Nimibutr Stadium, Bangkok, Rabu.
Dalam pertandingan tersebut, Ginting menyerah dengan skor 12-21 dan 17-21. Kekalahan itu kembali memperpanjang catatan sulitnya menghadapi Shi Yu Qi dalam persaingan tunggal putra dunia.
Secara statistik, pebulu tangkis asal Cimahi, Jawa Barat, itu baru meraih tiga kemenangan dari total 13 pertemuan melawan Shi. Meski demikian, Ginting sempat mencatat kemenangan meyakinkan pada China Open 2024 dengan skor 21-11 dan 21-8.
Namun pada Thailand Open 2026, situasi keduanya terlihat berbeda. Ginting baru kembali tampil di turnamen internasional setelah absen lebih dari satu tahun akibat cedera. Sementara itu, Shi datang dengan performa stabil sebagai salah satu pemain terbaik dunia saat ini.
Permainan Ginting Belum Stabil di Thailand Open 2026
Pada gim pertama, Ginting tampak kesulitan mengembangkan pola permainan cepat yang selama ini menjadi ciri khasnya. Tempo pertandingan berjalan lambat dan beberapa kali ia gagal mengantisipasi pengembalian bola dari Shi Yu Qi.
Yang jadi sorotan, kecepatan kaki Ginting belum sepenuhnya kembali setelah lama menepi dari kompetisi internasional. Dalam praktiknya, kondisi itu membuat pergerakannya kurang maksimal saat menghadapi reli panjang.
Shi memanfaatkan situasi tersebut dengan menekan area depan net dan mengarahkan smes ke sisi backhand Ginting. Strategi itu beberapa kali menghasilkan poin penting bagi pemain China tersebut.
Akibatnya, Ginting tertinggal cukup jauh sebelum Shi akhirnya menutup gim pertama dengan kemenangan 21-12.
Memasuki gim kedua, Ginting sempat menunjukkan perubahan permainan. Ayah satu anak itu tampil lebih agresif dan berhasil membuka keunggulan 4-2.
Tak berhenti di situ, Ginting juga sempat memimpin cukup nyaman 11-7 saat interval gim kedua. Momentum itu sempat membuka peluang bagi wakil Indonesia untuk memaksa pertandingan berlangsung rubber game.
Selepas interval, permainan Ginting kembali mengalami penurunan. Serangkaian kesalahan sendiri membuat Shi Yu Qi perlahan memangkas selisih angka sebelum akhirnya membalikkan keadaan menjadi 17-15.
Dalam konteks tersebut, tekanan permainan Shi terlihat semakin sulit diantisipasi Ginting. Beberapa pukulan pengembalian dari pemain Indonesia juga gagal menembus pertahanan rapat lawan.
Di sisi lain, Shi mampu menjaga konsistensi permainan hingga akhir pertandingan. Ginting akhirnya menyerah 17-21 pada gim kedua sekaligus memastikan langkahnya terhenti di babak awal Thailand Open 2026.
Harapan Indonesia di Thailand Open Masih Tersisa
Hasil ini membuat peluang tunggal putra Indonesia di turnamen Super 500 tersebut semakin menipis. Indonesia kini masih menyisakan Prahdiska Bagas Shujiwo dan Mohammad Zaki Ubaidillah yang belum memainkan laga babak 32 besar.
Mohammad Zaki Ubaidillah dijadwalkan menghadapi wakil tuan rumah Panitchaphon Teeraratsakul. Sementara itu, Prahdiska Bagas Shujiwo akan menantang pemain Jepang, Yushi Tanaka.
Dari sektor lain, Indonesia juga masih memiliki sejumlah wakil yang akan tampil sepanjang hari ini. Pasangan ganda campuran Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu akan menghadapi pasangan Thailand Ratchapol Makkasasithorn/Nattamon Laisuan.
Selain itu, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil juga dijadwalkan bertemu unggulan Thailand Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran pada babak 32 besar.
