penipuan digitalWangiri Fraud atau Penipuan digital dengan modus telepon tak terjawab

Bahasa Kita – Penipuan digital dengan modus telepon tak terjawab atau Wangiri Fraud kembali menjadi ancaman bagi masyarakat pada 2026. Modus ini memanfaatkan rasa penasaran korban melalui panggilan singkat dari nomor asing agar korban melakukan panggilan balik yang berujung pada biaya mahal.

Dalam praktiknya, pelaku biasanya menggunakan nomor luar negeri atau kode internasional yang tidak dikenal. Panggilan dilakukan sangat singkat hingga hanya meninggalkan missed call pada ponsel korban.

Yang kerap luput diperhatikan, panggilan tersebut memang sengaja dirancang agar tidak sempat dijawab. Tujuannya bukan berbicara langsung dengan korban, melainkan memancing korban menelepon balik nomor tersebut.

Ketika korban melakukan panggilan ulang, sambungan telepon dapat terhubung ke layanan tarif premium internasional. Akibatnya, pulsa korban dapat terkuras dalam waktu singkat atau tagihan telepon membengkak tanpa disadari.

Dalam sebuah artikel, Global Telco Consult menjelaskan bahwa Wangiri Fraud menggunakan jaringan perangkat keras dan sistem otomatis untuk menjalankan aksinya secara massal.

Cara Kerja Penipuan Digital Wangiri Fraud

Global Telco Consult menyebut pelaku menggunakan alat pemanggil otomatis atau autodialer untuk melakukan ribuan panggilan secara bersamaan ke banyak nomor di berbagai wilayah.

Panggilan tersebut dibuat sangat singkat agar hanya meninggalkan notifikasi telepon tak terjawab pada perangkat korban. Dengan kata lain, pelaku memanfaatkan rasa penasaran sebagai pintu utama menjalankan penipuan.

Selain panggilan telepon, sebagian pelaku juga mengirim pesan singkat yang meminta korban menghubungi nomor tersebut. Nomor yang dipakai biasanya dibuat menyerupai nomor asli agar terlihat meyakinkan.

Dalam praktiknya, nomor itu dapat berupa nomor yang tidak dialokasikan atau nomor layanan premium yang disiapkan khusus untuk menarik biaya tinggi setiap menit panggilan berlangsung.

Yang jadi sorotan, korban umumnya tidak menyadari bahwa panggilan balik tersebut dikenakan tarif internasional mahal atau terhubung ke layanan premium berbiaya tinggi.

Skema Wangiri Fraud yang Membuat Korban Rugi

Global Telco Consult juga mengungkap pola kerja Wangiri Fraud yang membuat korban terus terhubung dalam panggilan cukup lama.

Panggilan Sengaja Ditahan Selama Mungkin

Setelah korban menelepon balik, pelaku biasanya memutar rekaman suara, musik, atau nada tunggu yang memberi kesan sambungan segera tersambung ke operator atau pihak tertentu.

Di sisi lain, waktu sambungan yang semakin panjang membuat biaya panggilan terus bertambah setiap menitnya. Dalam konteks tersebut, durasi telepon menjadi sumber keuntungan utama bagi pelaku.

Biaya yang dibebankan kepada korban kemudian dibagi dengan operator yang memiliki nomor tarif premium tersebut. Artinya, semakin lama korban bertahan dalam sambungan, semakin besar keuntungan yang diperoleh pelaku.

Korban Baru Menyadari Setelah Pulsa Habis

Sayangnya, sebagian korban baru menyadari panggilan tersebut merupakan penipuan ketika pulsa telah habis atau tagihan telepon meningkat drastis.

Hal ini terlihat dari pola panggilan yang tampak biasa pada awalnya. Namun pada kenyataannya, nomor asing tersebut telah diarahkan ke layanan premium internasional dengan biaya tinggi.

Karena itu, masyarakat diminta lebih waspada terhadap nomor asing yang tidak dikenal, terutama jika hanya meninggalkan panggilan singkat tanpa identitas yang jelas.