Euforia PersibBandung Siaga Macet Jelang Persib Vs Persijap dan Konvoi Juara

Bahasa Kita – Kota Bandung mulai bersiap menghadapi lonjakan aktivitas masyarakat jelang laga penentuan juara Liga 1 Indonesia 2025/2026 antara Persib Bandung melawan Persijap Jepara pada Sabtu, 23 Mei 2026. Pertandingan yang diprediksi menyedot perhatian ribuan Bobotoh itu tak hanya berdampak pada kawasan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), tetapi juga diperkirakan memicu kepadatan lalu lintas di pusat kota hingga area stasiun kereta api.

Pemerintah Kota Bandung bersama PT KAI Daop 2 Bandung telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi guna mengurangi potensi kemacetan dan gangguan mobilitas masyarakat. Salah satu fokus utama berada di kawasan Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong yang diprediksi mengalami lonjakan penumpang selama akhir pekan.

Bandung Antisipasi Lonjakan Penumpang Kereta

Manajer Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, meminta masyarakat yang akan bepergian menggunakan kereta api untuk datang lebih awal ke stasiun. Imbauan ini diberikan karena arus kendaraan menuju pusat kota diperkirakan meningkat tajam sejak Sabtu siang hingga Minggu malam.

Pertandingan dan perayaan juara Persib akan meningkatkan aktivitas di jalan. Kami mengimbau pengguna jasa kereta api untuk memperhitungkan waktu perjalanan menuju stasiun secara cermat agar tidak tertinggal kereta,” ujar Kuswardojo di Bandung, Jumat, 22 Mei 2026.

Menurutnya, peningkatan mobilitas masyarakat berpotensi mempengaruhi akses menuju stasiun. Dampaknya, penumpang yang tidak memperhitungkan waktu keberangkatan bisa mengalami keterlambatan.

Di sisi lain, aparat kepolisian dan Dinas Perhubungan Kota Bandung juga mulai menyiapkan skema pengaturan arus lalu lintas di sejumlah ruas utama. Pengamanan difokuskan pada titik-titik rawan penumpukan kendaraan serta jalur yang diprediksi menjadi lintasan konvoi Bobotoh.

JPO Asia Afrika Disiapkan Jadi Pusat Selebrasi

Bandung juga menyiapkan skenario perayaan apabila Persib berhasil memastikan gelar juara musim ini. Pemerintah Kota Bandung telah menetapkan kawasan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Jalan Asia Afrika sebagai pusat selebrasi pada Minggu, 24 Mei 2026.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut kesiapan fasilitas di area JPO terus dipantau, termasuk faktor keamanan dan keselamatan pengunjung. Namun, akses menuju area atas JPO akan dibatasi secara ketat.

Pembatasan Area JPO Asia Afrika

  • Area lantai atas JPO hanya diperuntukkan bagi pemain, ofisial, dan manajemen Persib Bandung.
  • Kapasitas maksimal area atas hanya sekitar 50 orang.
  • Pendopo Kota Bandung akan dibatasi aksesnya demi menjaga bangunan cagar budaya.
  • Pengamanan berlapis diterapkan sepanjang rute konvoi dan titik keramaian.

Menurut Farhan, langkah pembatasan dilakukan agar perayaan tetap berlangsung aman dan tertib tanpa merusak fasilitas publik maupun bangunan bersejarah di pusat Kota Bandung.

Bandung Diminta Tetap Tertib Saat Rayakan Persib

Pemkot Bandung juga mengingatkan Bobotoh agar tidak berlebihan dalam merayakan pertandingan penentu gelar tersebut. Pemerintah belajar dari euforia pascalaga sebelumnya yang menyebabkan kepadatan dan gangguan lalu lintas di sejumlah ruas jalan.

Ayo kita bergembira bersama, tapi hati-hati, jangan sampai terjadi hal yang berlebihan. Sebagai umat beragama, sebelum pesta harus berdoa, karena pesta akan batal jika kalah,” kata Farhan.

Dalam praktiknya, aparat gabungan dari kepolisian, Dishub, hingga unsur keamanan lainnya akan berjaga di berbagai titik strategis selama pertandingan berlangsung. Fokus pengamanan mencakup kawasan stadion, jalur konvoi, pusat kota, hingga akses menuju stasiun kereta.

Yang jadi sorotan, pertandingan Persib melawan Persijap bukan sekadar laga penutup musim. Hasil pertandingan itu juga menentukan peluang Persib mengunci gelar juara Liga 1 Indonesia 2025/2026 di hadapan ribuan pendukungnya sendiri.