Muhammad MadyanUNAIR Terima 2.771 Mahasiswa Baru Jalur SNBT 2026

Bahasa Kita – Universitas Airlangga mengumumkan hasil penerimaan mahasiswa baru jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes atau SNBT 2026. Pengumuman tersebut disampaikan melalui konferensi pers yang berlangsung di Hall Lantai 1 Gedung Manajemen Kampus MERR-C UNAIR pada Senin, 25 Mei 2026.

Rektor UNAIR, Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin, menyampaikan kampusnya menerima 2.771 calon mahasiswa baru dari total 69.620 peserta yang mendaftar melalui jalur SNBT 2026.

Dalam jumlah tersebut, sebanyak 470 mahasiswa diterima sebagai penerima KIP Kuliah. Menurut Prof Madyan, langkah itu menjadi bagian dari komitmen UNAIR terhadap pendidikan inklusif.

Penerimaan KIP Kuliah ini sebagai wujud komitmen UNAIR pada pendidikan inklusif,” jelasnya.

Yang jadi sorotan, jumlah pendaftar UNAIR pada jalur SNBT tetap tinggi meski persaingan masuk semakin ketat setiap tahun. Hal ini terlihat dari tingkat keketatan sejumlah program studi unggulan.

Program Studi Terketat di UNAIR Jalur SNBT 2026

Secara spesifik, Prof Madyan menyebut Program Studi S1 Kedokteran masih menjadi jurusan paling ketat di rumpun Sarjana. Tingkat keketatannya mencapai 3,11 persen.

Di sisi lain, persaingan pada Program Vokasi justru lebih kompetitif dibandingkan rumpun Sarjana. Dalam praktiknya, beberapa program vokasi memiliki tingkat penerimaan lebih rendah.

Program D3 Keperawatan menjadi yang paling ketat di jalur vokasi dengan tingkat penerimaan 1,15 persen. Sementara itu, D4 Akuntansi Bisnis Digital berada di angka 1,20 persen.

Tak hanya itu, Program Kedokteran FIKKIA juga masuk daftar program studi paling kompetitif dengan tingkat keketatan 3,67 persen. Psikologi menyusul pada angka 3,98 persen.

Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin
Rektor UNAIR, Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin

Sarjana Kedokteran dengan 3,11 persen, diikuti Kedokteran FIKKIA dengan 3,67 persen dan Psikologi dengan 3,98 persen. Sedangkan untuk Vokasi, D3 Keperawatan memimpin di angka 1,15 persen dan D4 Akuntansi Bisnis Digital dengan 1,20 persen,” paparnya.

Rerata Nilai Tertinggi SNBT di UNAIR

Selain tingkat keketatan, UNAIR juga memaparkan rerata nilai tertinggi pada masing-masing rumpun seleksi.

S1 Kedokteran kembali menjadi program studi dengan rerata nilai tertinggi untuk kelompok Saintek. Nilainya mencapai 730,45.

Sementara itu, pada rumpun Soshum, Program Studi Akuntansi mencatat rerata nilai tertinggi sebesar 684,33.

Di waktu bersamaan, Program D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau K3 menjadi program vokasi dengan rerata nilai tertinggi. Program tersebut memperoleh nilai rata-rata 659,76.

Menurut Prof Madyan, dominasi Program Studi Kedokteran sudah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Artinya, minat peserta terhadap jurusan tersebut tetap tinggi.

S1 Kedokteran dari tahun ke tahun masih menjadi program studi dengan rerata nilai tertinggi di Universitas Airlangga,” imbuhnya.

Mahasiswa Baru UNAIR Berasal dari 32 Provinsi

Dalam konferensi pers itu, UNAIR juga memaparkan komposisi mahasiswa baru jalur SNBT 2026.

Sebanyak 64,42 persen mahasiswa yang diterima merupakan perempuan. Selain itu, mahasiswa baru berasal dari 32 provinsi di Indonesia.

Yang menarik, sebaran mahasiswa baru tidak hanya berasal dari Pulau Jawa. UNAIR juga menerima mahasiswa dari wilayah Papua Barat.

Menurut Prof Madyan, kondisi tersebut menunjukkan reputasi UNAIR semakin dikenal secara nasional.

Meskipun berlokasi di Jawa Timur, UNAIR menerima dari seluruh pulau Jawa sampai Papua Barat. Hal ini membuktikan bahwa gaung excellent with morality sudah meluas hingga ke seluruh Indonesia,” ungkapnya.

UNAIR Tegaskan SNBT 2026 Bebas Kecurangan

Di akhir konferensi pers, pihak UNAIR menegaskan proses seleksi berjalan murni dan bebas dari kecurangan.

Ketua Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru UNAIR, Dr Achmad Solihin SE MSi, menjelaskan kampus telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi selama pelaksanaan SNBT.

Dalam praktiknya, pengawasan dilakukan melalui pemeriksaan metal detector hingga verifikasi dokumen dan wajah peserta.

Tentunya kami sudah mempersiapkan semaksimal mungkin. Seperti pemeriksaan metal detector, konfirmasi atau verifikasi terkait dokumen serta wajah dan beberapa mekanisme lainnya,” jelas Solihin.