Flu burung AustraliaDeteksi flu burung H5 di Australia menjadi kasus perdana di benua terakhir.

Deteksi flu burung H5 di Australia menjadi temuan penting setelah varian virus tersebut untuk pertama kalinya ditemukan di negara itu. Dengan temuan ini, penyebaran flu burung H5 kini telah menjangkau seluruh benua di Bumi.

Deteksi flu burung H5 di Australia menandai babak baru dalam penyebaran virus yang sangat menular tersebut. Australia yang sebelumnya menjadi satu-satunya benua tanpa temuan varian H5 kini resmi mencatat kasus pertamanya.

Temuan itu berasal dari seekor burung laut migran jenis brown skua yang ditemukan di wilayah terpencil Australia Barat. Hasil pemeriksaan kemudian dikonfirmasi oleh badan sains nasional Australia.

Selain itu, sampel dari burung laut lain jenis giant petrel juga menunjukkan hasil terduga positif. Temuan tersebut segera memicu kewaspadaan pemerintah Australia terhadap kemungkinan penyebaran yang lebih luas.

Virus H5 Ditemukan pada Burung Migrasi

Menteri Pertanian, Perikanan, dan Perhutanan Australia Julie Collins menyampaikan bahwa kasus pertama ini berkaitan dengan burung laut yang bermigrasi.

Menurutnya, kemunculan virus tersebut memang mengecewakan. Namun, dalam konteks penyebaran global yang telah berlangsung selama beberapa tahun, temuan itu tidak sepenuhnya mengejutkan.

Meskipun mengecewakan, hal ini tidak terduga mengingat penyebaran flu burung H5 secara global,” kata Julie Collins dalam konferensi pers, Sabtu (20/6).

Yang perlu digarisbawahi, hingga kini belum ada tanda kematian massal akibat virus tersebut di Australia. Selain itu, pemerintah juga belum menemukan bukti penularan pada unggas peternakan.

Pemerintah Australia Gelar Pertemuan Darurat

Meski begitu, pemerintah tidak ingin mengambil risiko. Karena itu, pejabat kesehatan hewan dan sektor pertanian segera menggelar pertemuan darurat guna membahas respons nasional.

Julie Collins menegaskan bahwa Australia memang tidak dapat terbebas dari ancaman flu burung selamanya. Dalam praktiknya, penyebaran virus melalui burung migrasi telah menjadi perhatian berbagai negara.

Sementara itu, Perdana Menteri Anthony Albanese menyebut kasus perdana tersebut sebagai perkembangan yang sangat mengkhawatirkan.

Ia menegaskan pemerintah akan mengambil langkah tegas untuk membatasi penyebaran penyakit tersebut. Menurutnya, Australia sudah melakukan berbagai persiapan menghadapi kemungkinan masuknya virus H5.

Varian H5 Telah Menyebar Luas di Dunia

Secara faktual, varian H5 telah menyebabkan dampak besar terhadap populasi unggas dan satwa liar di berbagai negara. Burung air, burung pantai, burung laut, serta burung pemangsa menjadi kelompok yang paling banyak terdampak.

Tak hanya itu, sejumlah mamalia juga tercatat terinfeksi. Kasus telah ditemukan pada mamalia laut, kucing, kambing, alpaka, hingga babi.

Yang jadi sorotan, para ilmuwan Australia sebelumnya melaporkan bahwa lebih dari 13.000 anak anjing laut gajah atau elephant seal pups mati akibat varian H5.

Kematian massal tersebut terjadi di sebuah pulau vulkanik sub-Antartika yang termasuk wilayah eksternal Australia. Virus itu menyerang koloni pembiakan dan menyebabkan dampak besar terhadap populasi satwa setempat.

Dengan temuan terbaru di Australia Barat, seluruh benua di dunia kini telah mencatat keberadaan flu burung varian H5.