Kronologi kapal tanker dibajak di Somalia mulai terungkap setelah kapten kapal asal Gowa sempat mengirim pesan suara kepada istrinya sesaat sebelum seluruh kru disandera.
Pembajakan kapal tanker pengangkut minyak di perairan Somalia masih menyisakan ketidakpastian bagi 17 awak kapal, termasuk empat warga negara Indonesia.
Salah satu korban adalah Ashari Samadikun, kapten kapal asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Informasi mengenai detik-detik pembajakan pertama kali diterima istrinya, Santi Sanaya, melalui pesan suara yang dikirim pada 21 April 2026.
Pesan Suara Jadi Kabar Pertama Pembajakan
Santi mengaku menerima voice note dari suaminya pada malam hari.
Dalam pesan tersebut, Ashari memberi tahu bahwa kapal mereka sedang diserang bajak laut.
Lima menit kemudian, Santi mencoba menghubungi kembali. Namun, panggilan yang dilakukan tidak mendapat respons.
Faktanya, komunikasi itu menjadi salah satu kabar terakhir sebelum para kru sepenuhnya berada dalam kendali perompak.
Perompak Tiba-Tiba Sudah Berada di Atas Kapal
Menurut penuturan Ashari kepada istrinya, para perompak sudah berada di sekitar kapal sebelum seluruh kru menyadari ancaman tersebut.
Beberapa awak sempat melihat aktivitas mencurigakan di sisi kapal. Namun, laporan tidak langsung diteruskan.
Akibatnya, para perompak berhasil naik ke kapal tanpa perlawanan berarti.
Setelah berada di atas kapal, seluruh kru langsung dikumpulkan dan ditahan.
Yang menarik, Ashari sempat menyapa para perompak dengan salam sebelum situasi berubah menjadi penyanderaan.
Video Call Ungkap Kondisi Para Kru
Beberapa hari setelah pembajakan, Santi kembali berkomunikasi dengan suaminya melalui panggilan video menggunakan telepon kapal.
Dalam percakapan tersebut, Ashari memastikan seluruh awak kapal masih dalam kondisi selamat.
Meski begitu, ancaman tetap ada karena kelompok perompak mengaku menghadapi risiko serangan dari pihak luar.
Pada saat yang sama, para perompak juga menjalankan proses negosiasi dengan perusahaan menggunakan bahasa Inggris.
Kapal Dibawa ke Markas Perompak Somalia
Menurut informasi yang diterima keluarga, kapal tanker tersebut telah keluar dari jalur pelayaran normal.
Perompak kemudian membawa kapal menuju wilayah yang mereka kuasai.
Selain itu, jumlah anggota kelompok perompak yang berada di sekitar kapal disebut terus bertambah.
Ashari diketahui bekerja sebagai kapten kapal tanker yang mengangkut minyak dari Oman menuju Somalia.
Sebelum insiden terjadi, ia berencana mengajukan kepulangan ke Indonesia setelah kontrak kerja berakhir.
Kapal tersebut membawa 17 awak. Empat di antaranya merupakan warga negara Indonesia yang hingga kini masih berada dalam penyanderaan.
