Bahasa Kita – Satgas PRR menyatakan proses pemulihan sawah yang rusak akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mulai menunjukkan perkembangan. Ribuan hektare lahan pertanian yang sebelumnya terdampak bencana kini telah kembali diolah dan ditanami oleh petani.
Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Setelah Bencana Sumatera, Amran, mengatakan rehabilitasi lahan sawah terus dipercepat karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi masyarakat.
Hingga 7 Mei 2026, proses rehabilitasi yang dijalankan Satgas PRR telah menjangkau ribuan hektare area pertanian di tiga provinsi terdampak.
Berdasarkan data Kementerian Pertanian, target pemulihan sawah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 42.702 hektare dengan dukungan anggaran sebesar Rp337,97 miliar.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 16.670 hektare lahan telah memasuki tahap konstruksi pemulihan. Sementara itu, 4.098 hektare sawah dilaporkan telah selesai direhabilitasi.
“Tidak hanya itu, sebanyak 2.212 hektare lahan telah kembali diolah dan 2.110 hektare sudah mulai ditanami kembali oleh petani,” kata Amran dalam keterangan tertulis, Sabtu 9 Mei 2026.
Satgas PRR Fokus Pulihkan Sawah Terdampak Bencana
Amran menjelaskan pemulihan sawah menjadi salah satu prioritas pemerintah pascabencana Sumatera karena sektor pertanian menjadi sumber penghidupan utama masyarakat di banyak wilayah terdampak.
Dalam praktiknya, rehabilitasi sawah tidak hanya mencakup perbaikan lahan pertanian. Pemerintah juga melakukan pengerjaan saluran irigasi, pembentukan kembali petak sawah, hingga pengolahan lahan sebelum kembali ditanami.
Di sisi lain, pemerintah turut menyalurkan bantuan dan transfer ke daerah guna mendukung percepatan pemulihan sektor pertanian.
“Pemulihan sawah terdampak terus didorong untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Pemerintah juga telah menyalurkan bantuan dan transfer ke daerah di tiga provinsi terdampak,” ujar Amran.

Menurutnya, percepatan rehabilitasi sawah menjadi bagian penting dalam mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat setelah bencana.
Sumatera Barat Jadi Wilayah dengan Progres Pemulihan Tertinggi
Yang paling kentara terlihat di Sumatera Barat. Dari target pemulihan sawah seluas 3.902 hektare, sebanyak 3.809 hektare atau sekitar 98 persen telah memasuki tahap konstruksi.
Sementara itu, sebanyak 2.583 hektare lahan di wilayah tersebut dilaporkan sudah selesai direhabilitasi.
Tak hanya itu, lebih dari 2.100 hektare sawah di Sumatera Barat juga telah kembali ditanami oleh petani.
Hal ini terlihat dari mulai aktifnya kembali aktivitas pertanian di sejumlah daerah yang sebelumnya terdampak banjir dan longsor.
Pada sisi yang sama, rehabilitasi sawah di Sumatera Utara juga terus berjalan. Saat ini pemulihan lahan seluas 5.201 hektare telah memasuki tahap konstruksi.
Rehabilitasi Sawah di Aceh Terus Dipercepat
Berbeda dengan dua provinsi lainnya, Aceh menjadi wilayah dengan luas lahan sawah terdampak terbesar akibat bencana Sumatera.
Total lahan terdampak di provinsi tersebut mencapai 31.464 hektare sehingga proses rehabilitasi dilakukan secara bertahap.
Amran mengatakan sejumlah wilayah seperti Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, dan Pidie Jaya mulai menunjukkan progres pemulihan.
Secara faktual, pengerjaan di sejumlah daerah itu mencakup rehabilitasi saluran pertanian, pembentukan kembali petak sawah, hingga pengolahan lahan sebelum musim tanam dimulai kembali.
Satgas PRR menilai keberhasilan pemulihan sawah menjadi faktor penting untuk menjaga produksi pangan sekaligus membantu ribuan keluarga petani yang selama ini menggantungkan pendapatan dari sektor pertanian.
