Uji Coba Sistem OSN-P 2026Uji coba sistem OSN tingkat Provinsi (OSN-P) 2026 menjadi simulasi wajib CBT. Simak jadwal, SOP Zoom, persiapan aplikasi, dan syarat peserta.

Uji coba sistem OSN tingkat Provinsi (OSN-P) 2026 menjadi tahapan wajib bagi seluruh peserta yang lolos seleksi kabupaten/kota. Simulasi ini bertujuan memastikan kesiapan sistem Computer Based Test (CBT), infrastruktur sekolah, serta kemampuan peserta mengikuti mekanisme ujian berbasis pengawasan digital.

Uji coba sistem OSN tingkat Provinsi (OSN-P) 2026 menjadi bagian penting sebelum pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional tingkat Provinsi. Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) mewajibkan seluruh peserta yang lolos seleksi kabupaten atau kota mengikuti simulasi ini sebagai langkah memastikan proses ujian berjalan lancar.

Secara faktual, simulasi tersebut tidak hanya menguji kesiapan peserta. Panitia pusat juga memanfaatkan tahapan ini untuk mengevaluasi performa sistem Computer Based Test (CBT) ketika diakses secara bersamaan dari berbagai daerah di Indonesia.

Tujuan Uji Coba Sistem OSN Tingkat Provinsi

Tujuan utama uji coba adalah mengurangi potensi gangguan teknis saat pelaksanaan OSN-P berlangsung. Karena itu, seluruh komponen yang terlibat harus memastikan sistem bekerja sesuai standar.

Di sisi lain, sekolah mendapat kesempatan memeriksa kesiapan perangkat komputer, jaringan internet, serta kelengkapan pendukung lainnya. Koneksi internet minimal 10 Mbps yang stabil menjadi salah satu syarat penting selama simulasi berlangsung.

Selain itu, sekolah juga perlu memastikan ketersediaan sumber listrik cadangan atau UPS. Langkah tersebut bertujuan mengantisipasi gangguan listrik yang dapat menghambat jalannya ujian.

Peserta Berlatih Menggunakan Aplikasi CBT

Bagi peserta, simulasi memberikan pengalaman menggunakan aplikasi ujian sebelum kompetisi resmi dimulai. Mereka dapat mengenali tampilan antarmuka, navigasi soal, hingga proses mengunggah jawaban.

Dengan demikian, peserta memiliki kesempatan memahami alur pelaksanaan ujian lebih awal. Dampaknya, kecemasan akibat kendala teknis dapat ditekan ketika memasuki hari pelaksanaan OSN-P.

SOP Pengawasan Zoom yang Wajib Dipatuhi

Yang menjadi sorotan pada OSN-P 2026 ialah penerapan pengawasan digital secara real-time menggunakan Zoom. Seluruh peserta wajib mematuhi prosedur yang telah ditetapkan.

  • Menyiapkan dua perangkat, yaitu komputer atau laptop utama untuk CBT serta perangkat kedua untuk Zoom.
  • Kamera Zoom ditempatkan di sisi samping belakang peserta dengan jarak sekitar 1,5 meter.
  • Sudut kamera harus memperlihatkan monitor, keyboard, meja kerja, dan posisi peserta secara jelas.
  • Mikrofon Zoom tetap aktif selama ujian, kecuali pengawas memberikan instruksi lain.
  • Nama akun Zoom harus mengikuti format KodeProvinsi_NamaSekolah_NamaPeserta_BidangLomba sebelum masuk Waiting Room.

Dalam praktiknya, ketentuan tersebut membantu pengawas memantau jalannya ujian secara menyeluruh sekaligus menjaga integritas kompetisi.

Jadwal Simulasi dan Persiapan Aplikasi

Berdasarkan jadwal resmi, uji coba jenjang SD dan SMP berlangsung pada 30 Juni hingga 1 Juli 2026. Sementara itu, simulasi untuk jenjang SMA dijadwalkan pada pertengahan Juli 2026.

Sebelum pelaksanaan dimulai, proktor atau teknisi sekolah harus memasang versi terbaru aplikasi Exambrowser Admin dan Exambrowser Client pada perangkat yang digunakan peserta.

Selanjutnya, setiap peserta memperoleh username dan password sementara yang dicetak melalui portal resmi pendaftaran OSN. Akun tersebut digunakan untuk masuk ke sistem saat simulasi berlangsung.

Dengan mengikuti seluruh tahapan uji coba sesuai prosedur, panitia dapat mengevaluasi kesiapan sistem, sedangkan sekolah dan peserta memperoleh kesempatan memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.