Gempa Bumi VenezuelaKorban gempa Venezuela meningkat menjadi 4.118 jiwa. PBB mengajukan bantuan hampir US$300 juta atau sekitar Rp5,4 triliun

Korban gempa Venezuela terus bertambah hingga mencapai 4.118 jiwa. Di tengah proses pemulihan, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengajukan permohonan bantuan hampir US$300 juta atau sekitar Rp5,4 triliun untuk mendukung penanganan pascabencana.

Korban gempa Venezuela kembali meningkat setelah laporan terbaru menunjukkan sedikitnya 4.118 orang meninggal dunia akibat dua gempa bumi dahsyat yang mengguncang negara tersebut pada akhir Juni. Selain korban jiwa, sebanyak 16.740 orang dilaporkan mengalami luka-luka, sementara ribuan lainnya masih belum ditemukan.

Data terbaru yang dihimpun hingga Jumat (10/7) menunjukkan proses pencarian korban selamat telah dihentikan oleh tim penyelamat. Meski demikian, banyak warga masih terus berupaya mencari anggota keluarga yang dinyatakan hilang di antara puing-puing bangunan.

Pemulihan Pascagempa Masih Hadapi Berbagai Tantangan

Dua gempa besar mengguncang Venezuela pada 24 Juni lalu. Gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,5, kemudian disusul gempa berkekuatan 7,2 yang terjadi hanya beberapa detik setelah guncangan awal. Rangkaian gempa tersebut menyebabkan kerusakan luas di berbagai wilayah.

Sementara itu, bencana tersebut turut memperburuk kondisi Venezuela yang sebelumnya telah menghadapi krisis ekonomi berkepanjangan. Situasi itu membuat proses pemulihan membutuhkan dukungan yang lebih besar, baik dari dalam maupun luar negeri.

Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez kemudian menyerukan pelepasan aset-aset negara yang masih dibekukan di luar negeri agar dapat digunakan untuk mempercepat rehabilitasi pascabencana. Menurutnya, aset tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat yang terdampak gempa.

Selain itu, pada Rabu (8/7), Delcy Rodriguez juga meminta Raja Charles III agar sekitar 30 ton emas milik Venezuela yang dibekukan di bawah sanksi Inggris dapat dilepaskan. Permintaan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya memperoleh sumber pendanaan bagi proses pemulihan.

Di sisi lain, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan permohonan bantuan darurat senilai hampir US$300 juta atau sekitar Rp5,4 triliun. Dana tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan kemanusiaan setelah bencana yang menimbulkan ribuan korban jiwa dan luka-luka.

Hingga kini, ribuan warga masih berstatus hilang. Karena itu, fokus penanganan beralih pada distribusi bantuan kemanusiaan, pemulihan wilayah terdampak, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat dua gempa bumi tersebut.