kebakaran Kabupaten TangerangKebakaran Kabupaten Tangerang meningkat menjadi 14 titik saat kemarau ekstrem. BPBD mencatat mayoritas kebakaran ilalang dan sampah.

Kebakaran Kabupaten Tangerang kembali meningkat menjadi 14 titik dalam sehari. Mayoritas kebakaran melanda ilalang dan sampah saat kemarau ekstrem, sehingga BPBD mengingatkan warga meningkatkan kewaspadaan.

Jumlah kebakaran Kabupaten Tangerang kembali bertambah di tengah kemarau ekstrem. Setelah sebelumnya tercatat 12 titik, kini BPBD Kabupaten Tangerang mencatat 14 kejadian kebakaran dalam satu hari.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengatakan petugas pemadam kebakaran menghadapi peningkatan kejadian kebakaran lahan dan sampah selama musim kemarau. Karena itu, personel terus bergerak ke berbagai lokasi untuk mengendalikan api.

Kebakaran Didominasi Ilalang dan Sampah

Berdasarkan data Pusdalops BPBD Kabupaten Tangerang, terdapat 14 kejadian kebakaran pada hari tersebut. Dari jumlah itu, tujuh kebakaran terjadi di area ilalang, sedangkan lima lainnya melibatkan tumpukan sampah.

Sementara itu, sebagian besar insiden berlangsung pada rentang pukul 12.00 WIB hingga 16.00 WIB. Rentang waktu tersebut menjadi periode yang paling rawan munculnya kebakaran saat cuaca panas.

Achmad Taufik meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Menurutnya, potensi kebakaran tetap tinggi sehingga setiap aktivitas yang berisiko memicu api perlu mendapat perhatian.

Selain itu, Kabupaten Tangerang termasuk wilayah yang rawan kebakaran ketika kemarau ekstrem berlangsung. Kebakaran tidak hanya terjadi di lahan terbuka, tetapi juga melanda area ilalang serta lokasi pembuangan sampah.

Secara faktual, kondisi tersebut menunjukkan meningkatnya frekuensi kebakaran dalam waktu singkat. Oleh sebab itu, petugas pemadam kebakaran terus bersiaga untuk merespons setiap laporan yang masuk dari berbagai wilayah.

Data BPBD juga memperlihatkan tren peningkatan jumlah titik kebakaran dibandingkan sebelumnya. Fakta itu menjadi dasar peringatan kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran selama cuaca kering masih berlangsung.