KKB tembak ASN Jayawijaya, bahasa kitaKKB tembak ASN Jayawijaya hingga menewaskan tiga pegawai. Polisi menemukan tiga selongsong kaliber 5,56 mm dan 9 mm di TKP.

KKB tembak ASN Jayawijaya hingga menewaskan tiga pegawai Dinas Pertanian. Polisi menemukan tiga selongsong peluru di lokasi.

KKB tembak ASN Jayawijaya terjadi saat tiga pegawai Dinas Pertanian hendak kembali ke Wamena, Rabu (9/9).

Insiden itu terjadi sekitar pukul 15.53 WIT. Ketiga korban sebelumnya menjalankan sejumlah kegiatan pertanian dan peternakan di wilayah Muliama.

Rombongan semula memberikan bantuan ternak anak babi. Mereka juga mengecek lahan cetak sawah dan memberikan penyuluhan peternakan.

Polisi Temukan Tiga Selongsong di TKP

Dalam olah tempat kejadian perkara, petugas menemukan tiga selongsong peluru. Temuan tersebut terdiri dari dua jenis kaliber.

Secara faktual, dua selongsong berukuran 5,56 milimeter. Polisi menyebut amunisi itu berasal dari senjata api laras panjang.

Sementara itu, satu selongsong lainnya berkaliber 9 milimeter. Jenis amunisi tersebut berkaitan dengan senjata api laras pendek.

Selain selongsong, petugas menemukan jejak darah yang tertinggal di lokasi penembakan.

Kronologi Penembakan Tiga ASN

Dalam perjalanan menuju Wamena, kendaraan rombongan diduga dihadang kelompok bersenjata. Para pelaku kemudian memerintahkan kendaraan tersebut berhenti.

Selanjutnya, ketiga korban diminta turun dari kendaraan. Pelaku lalu menggiring mereka menuju bagian belakang kendaraan.

Tak lama kemudian, terdengar tiga kali letusan senjata api. Setelah menembak korban, para pelaku melarikan diri dari lokasi.

Dampaknya, tiga pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya meninggal akibat luka tembak. Polisi kini masih mengejar kelompok yang diduga menjadi pelaku.

Tiga Korban Meninggal di Lokasi

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo, merinci kondisi ketiga korban.

Korban pertama berinisial WM, perempuan berusia 24 tahun. Ia mengalami luka tembak pada bagian pinggang kanan.

Korban berikutnya berinisial AR, perempuan berusia 49 tahun. Ia menjabat Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Jayawijaya.

AR mengalami luka tembak pada bagian perut dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Korban terakhir berinisial AAM, pria berusia 35 tahun. Ia mengalami luka tembak pada kepala bagian belakang dan tangan kiri.

Menurut keterangan awal saksi, kelompok bersenjata itu berjumlah sekitar delapan orang. Mereka diduga membawa dua senjata api laras panjang.

Di sisi lain, saksi belum memastikan keberadaan senjata api laras pendek. Polisi masih mendalami temuan tersebut berdasarkan selongsong di TKP.

Kita sudah mendapatkan ciri-ciri pelaku dan kita sudah kantongi ciri-cirinya. Tim sudah melakukan pengejaran,” kata Yusuf.

Polisi juga telah memeriksa saksi yang selamat di Polres Jayawijaya. Tim Operasi Damai Cartenz terus melakukan pengejaran terhadap pihak yang diduga terlibat.