Brent mendekati USD90 per barel setelah eskalasi konflik di Timur Tengah memicu perubahan sentimen pasar. Kini perhatian investor beralih pada risiko pasokan minyak global serta keamanan jalur distribusi energi.

Brent mendekati USD90 per barel setelah pasar merespons meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Perhatian pelaku pasar kini tidak hanya tertuju pada konflik, tetapi juga potensi dampaknya terhadap distribusi minyak dunia.

Perubahan sentimen terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan akan memberikan respons tegas terhadap dugaan serangan Iran yang menargetkan pasukan AS di kawasan tersebut.

Perkembangan itu mengakhiri optimisme yang sempat muncul pada awal pekan ketika pasar berharap terjadi deeskalasi konflik.

Fokus Investor Bergeser ke Jalur Distribusi Minyak

Yang menjadi perhatian berikutnya ialah keamanan jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz dan Laut Merah. Kedua wilayah tersebut memiliki peran penting dalam distribusi minyak mentah ke berbagai negara.

Selain itu, meningkatnya serangan kelompok yang didukung Iran terhadap fasilitas minyak di wilayah timur Arab Saudi semakin memperbesar kekhawatiran pelaku pasar.

Akibatnya, harga minyak Brent dan West Texas Intermediate (WTI) sama-sama mencatat kenaikan sekitar 7 persen pada perdagangan Rabu.

Stok Minyak AS Tambah Sentimen Positif

Di sisi lain, data American Petroleum Institute (API) menunjukkan persediaan minyak mentah Amerika Serikat berkurang sekitar 3,3 juta barel dalam sepekan terakhir.

Secara faktual, penurunan stok tersebut memperkuat ekspektasi bahwa pasokan minyak menjadi lebih terbatas sehingga menopang kenaikan harga di pasar internasional.

Sementara itu, Komando Pusat Amerika Serikat menyatakan seluruh rudal yang mengarah ke pangkalan militer AS di Yordania berhasil dicegat. Meski demikian, perkembangan tersebut belum meredakan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi global.

Investor kini terus mencermati perkembangan situasi geopolitik karena setiap eskalasi baru berpotensi memengaruhi pergerakan harga minyak dalam waktu dekat.