Kebakaran Hutan SpanyolKebakaran hutan Spanyol masih mengancam setelah gelombang panas Eropa. Risiko tetap ekstrem meski sebagian wilayah mulai terkendali dan lima desa kembali dihuni.

Kebakaran hutan Spanyol masih menjadi dampak lanjutan gelombang panas Eropa. Meski kondisi mulai terkendali di beberapa wilayah, otoritas memperingatkan ancaman kebakaran tetap berada pada level sangat tinggi hingga ekstrem.

Kebakaran hutan Spanyol masih menjadi perhatian setelah gelombang panas Eropa memicu kondisi cuaca yang semakin kering. Hingga kini, kobaran api di wilayah Guadalajara telah membakar sekitar 32.000 hektare lahan.

Bencana tersebut memaksa sekitar 1.200 warga dari 34 desa mengungsi. Selain itu, otoritas juga meminta warga di 14 desa lainnya tetap berada di dalam rumah demi alasan keselamatan.

Kondisi Kebakaran Mulai Terkendali

Pada Rabu, 22 Juli 2026, pemerintah menyatakan kondisi kebakaran mulai membaik. Bahkan, lima desa telah diizinkan kembali dihuni setelah situasi dinilai lebih aman.

Meski begitu, Badan Meteorologi Nasional Spanyol (Aemet) memperingatkan risiko kebakaran masih berada pada level sangat tinggi hingga ekstrem. Dalam beberapa hari ke depan, suhu diperkirakan mencapai 42 hingga 44 derajat Celsius.

Selain suhu tinggi, angin barat yang kering diperkirakan mempercepat penyebaran api apabila muncul titik kebakaran baru.

Pemerintah Soroti Dampak Darurat Iklim

Perdana Menteri Pedro Sánchez mengatakan Spanyol telah mengalami 22 kebakaran hutan besar sepanjang 2026. Jumlah tersebut meningkat empat kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurutnya, lebih dari 100.000 hektare lahan telah terbakar sepanjang tahun ini. Luas tersebut setara dengan rata-rata area yang terbakar selama satu tahun penuh dalam satu dekade terakhir.

Kita harus meningkatkan kesadaran publik dan tidak menganggap remeh darurat iklim.

Guadalajara Masuk Salah Satu Kebakaran Terbesar

Menteri Transisi Ekologi Spanyol Sara Aagesen menyebut kebakaran di Guadalajara sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah terbaru negaranya. Berdasarkan data pemerintah, luas area yang terbakar hanya kalah dari kebakaran besar di wilayah barat laut Spanyol pada tahun lalu yang menghanguskan sekitar 37.000 hektare lahan.

Sementara itu, para ilmuwan menyatakan Eropa menjadi benua dengan laju pemanasan tercepat di dunia. Perubahan iklim akibat aktivitas manusia dinilai meningkatkan frekuensi gelombang panas, kekeringan, dan kebakaran hutan.