Klaim Donald Trump Rudal Iran, bahasa kitaKlaim Donald Trump tentang melemahnya rudal Iran dibantah Teheran. Iran menyatakan lebih dari 75 persen kemampuan rudal dan drone masih utuh serta siap digunakan.

Klaim Donald Trump mengenai melemahnya persenjataan Iran mendapat respons langsung dari pejabat militer Teheran. Pemerintah Iran menegaskan kemampuan rudal dan drone mereka masih berada pada tingkat kesiapan tinggi.

Klaim Donald Trump soal rudal Iran kembali menjadi perhatian setelah pemerintah Iran memberikan penjelasan terbaru mengenai kondisi kekuatan militernya. Respons tersebut disampaikan beberapa waktu setelah Presiden Amerika Serikat menyebut sebagian besar kemampuan produksi rudal dan drone Iran telah lumpuh.

Brigadir Jenderal Ali Reza Sheikh menegaskan bahwa lebih dari 75 persen kemampuan rudal dan drone Iran masih tersedia. Menurutnya, angka tersebut mencerminkan kesiapan sistem pertahanan Iran meski telah menghadapi serangan selama beberapa bulan terakhir.

Iran Tegaskan Kesiapan Militer Tetap Terjaga

Reza Sheikh menyampaikan serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel tidak menghilangkan kemampuan utama militer Iran. Dalam praktiknya, ia menilai sistem drone Iran masih memiliki daya gentar yang tinggi.

Selain itu, ia menyebut armada drone Iran telah berkembang menjadi ancaman yang serius bagi musuh. Pernyataan tersebut memperkuat posisi Teheran bahwa kemampuan tempurnya masih dapat digunakan sewaktu-waktu.

Yang menjadi sorotan, penegasan tersebut muncul setelah berbagai klaim mengenai kerusakan besar terhadap fasilitas militer Iran beredar sejak operasi militer beberapa bulan terakhir.

Militer Iran
Militer Iran

Perbedaan Penilaian Masih Berlanjut

Sebelumnya, Donald Trump menyatakan sebagian besar fasilitas produksi rudal, pabrik drone, serta landasan peluncuran Iran telah berhasil dilumpuhkan. Ia bahkan memperkirakan persediaan rudal Iran kini hanya tersisa sekitar 21 hingga 22 persen dibandingkan sebelum serangan.

Meski demikian, Trump juga mengakui Iran masih memiliki sejumlah rudal dan drone yang dapat digunakan. Pernyataan itu menunjukkan bahwa kapasitas militer Iran belum sepenuhnya hilang.

Sementara itu, pemerintah Iran tetap mempertahankan penilaian berbeda. Berdasarkan keterangan pejabat militernya, kemampuan rudal dan drone masih berada di atas 75 persen sehingga dianggap tetap siap mendukung sistem pertahanan negara apabila dibutuhkan.

Perbedaan klaim antara Washington dan Teheran tersebut hingga kini masih menjadi bagian dari narasi masing-masing pihak terkait dampak serangan terhadap kekuatan militer Iran.