Kecaman Serangan Masjid Al AqsaKecaman Serangan Masjid Al Aqsa berlanjut. Indonesia dan sejumlah negara Muslim mendesak Israel membuka akses jemaah serta menghentikan pelanggaran di Yerusalem Timur.

Kecaman Masjid Al Aqsa terus menguat setelah Indonesia dan sejumlah negara Muslim mendesak Israel menghentikan pelanggaran serta membuka kembali akses jemaah ke kawasan suci Yerusalem Timur.

Kecaman Masjid Al Aqsa tidak berhenti pada penolakan terhadap serbuan yang terjadi di kompleks suci Yerusalem Timur. Indonesia bersama tujuh negara Arab dan mayoritas Muslim kini juga mendesak Israel segera mengakhiri berbagai pembatasan terhadap akses jemaah Muslim ke kawasan tersebut.

Dalam pernyataan bersama para menteri luar negeri, mereka meminta Israel sebagai kekuatan pendudukan mencabut pembatasan menuju Kota Tua Yerusalem dan menghentikan tindakan yang dinilai mengubah status quo historis maupun legal di kawasan suci tersebut.

Selain itu, komunitas internasional diminta mengambil sikap yang lebih tegas terhadap berbagai pelanggaran yang terus berlangsung.

Negara Muslim Soroti Status Yerusalem Timur

Para menteri menegaskan bahwa Israel tidak memiliki kedaulatan atas Yerusalem maupun situs-situs suci Islam dan Kristen yang berada di wilayah tersebut. Karena itu, mereka menolak setiap upaya yang bertujuan mengubah karakter historis, hukum, dan demografis Yerusalem Timur.

Mereka juga kembali mengakui peran historis penjagaan Hashemite terhadap tempat-tempat suci tersebut. Dalam konteks itu, Departemen Wakaf Yerusalem di bawah Kementerian Wakaf dan Urusan Islam Yordania tetap dinyatakan sebagai lembaga yang memiliki kewenangan mengelola Masjid Al Aqsa.

Seruan kepada Komunitas Internasional

Yang menjadi sorotan, para menteri meminta komunitas internasional mengambil langkah yang dapat mendorong Israel menghentikan praktik yang dinilai melanggar hukum internasional. Seruan itu juga mencakup perlindungan terhadap situs-situs suci Islam dan Kristen di Yerusalem.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Yerusalem menyatakan ribuan pasukan pendudukan Israel memasuki kompleks Masjid Al Aqsa pada Kamis (23/7) saat peringatan Tisha B’Av. Mereka menyebut para pemukim melakukan ritual Talmud di dalam kompleks, termasuk mengenakan tefillin, melakukan sujud penuh, dan melantunkan doa.

Pemerintah Yerusalem juga mengkritik keterlibatan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir dalam aksi tersebut. Menurut mereka, keikutsertaan pejabat itu menandai pergeseran dari aksi kelompok ekstremis menjadi tindakan yang melibatkan unsur pemerintah Israel.

Masjid Al Aqsa merupakan situs suci ketiga bagi umat Islam. Kawasan tersebut berada di Yerusalem Timur yang diduduki Israel sejak Perang Arab-Israel 1967 dan kemudian dianeksasi pada 1980, meski langkah tersebut tidak diakui oleh komunitas internasional.