Dampak gempa Mbay M7.7, bahasa kitaDampak gempa Mbay M7,7 mencakup rumah roboh, Pelabuhan Maumere, dan Hotel Jayakarta Bajo. BMKG menerjunkan tim survei ke lokasi.

Dampak gempa Mbay mulai teridentifikasi setelah guncangan M7,7 melanda NTT pada Sabtu pagi. BMKG mencatat kerusakan rumah, Pelabuhan Maumere, dan Hotel Jayakarta Bajo.

Dampak gempa Mbay mulai teridentifikasi di sejumlah wilayah NTT setelah gempa M7,7 mengguncang kawasan tersebut. BMKG mencatat kerusakan pada bangunan dan fasilitas publik.

Hasil pemantauan awal Stasiun Geofisika Kupang menunjukkan beberapa bagian tembok rumah sederhana roboh. Kerusakan terjadi di Maumere, Manggarai Barat, dan Labuan Bajo.

Selain itu, gempa merusak fasilitas Pelabuhan Maumere dan bangunan Hotel Jayakarta Bajo.

Dampak Gempa Mbay Masih Dipantau BMKG

Menanggapi kondisi tersebut, BMKG mulai menerjunkan tim ke lokasi terdampak pada Sabtu. Tim itu akan melakukan survei kerusakan secara menyeluruh.

Di lapangan, BMKG juga berkoordinasi dengan BPBD setempat. Koordinasi tersebut menjadi bagian dari pemantauan dampak gempa berdasarkan skala intensitas.

Sementara itu, BMKG terus memantau aktivitas gempa susulan. Hingga pukul 07.07 WIB, tercatat 37 gempa susulan dengan magnitudo M3,6 sampai M6,2.

Yang menarik, masyarakat merasakan satu dari rangkaian gempa susulan tersebut. Kondisi ini membuat BMKG tetap meningkatkan pemantauan aktivitas seismik.

Potensi Gempa Susulan dan Tsunami

Di sisi lain, BMKG juga memantau dinamika tinggi muka laut secara real-time. Pemantauan tersebut berlanjut setelah peringatan dini tsunami berakhir pada pukul 07.30 WIB.

Sebelumnya, gempa memicu gelombang tsunami di 10 wilayah. Maurole-Ende mencatat ketinggian terbesar, yakni 0,94 meter pada pukul 05.27 WIB.

Bulukumba mencatat gelombang 0,54 meter. Sementara itu, Pelabuhan Kewapante-Sikka mencatat 0,38 meter dan Labuan Bajo 0,36 meter.

Menurut BMKG, sumber gempa berada pada Sesar Busur Belakang Flores. Zona tersebut memiliki potensi gempa maksimum M7,8 hingga M7,9.

Faktanya, kawasan itu pernah mengalami gempa M7,5 pada 1992. Peristiwa tersebut menimbulkan kerusakan dan tsunami.

Karena itu, BMKG meminta masyarakat memeriksa bangunan yang mengalami retakan atau kerusakan struktur. Warga juga diminta menjauhi bangunan yang kondisinya belum aman.

Lebih jauh, BMKG meminta masyarakat menyaring informasi terkait gempa. Imbauan itu bertujuan menghindari isu dan hoaks yang beredar.

BMKG juga meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa bumi susulan. Pemantauan kondisi seismik dan tinggi muka laut terus berlangsung.