jenazah Surakman dipulangkanJenazah Surakman dipulangkan ke Banten pada Kamis 24 September setelah tim DVI memastikan identitas korban Arupadhatu 1.

Jenazah Surakman akan dipulangkan ke Banten pada Kamis (24/9) setelah identifikasi korban Arupadhatu 1 tuntas di Bengkulu.

Jenazah Surakman akan dipulangkan ke Banten pada Kamis (24/9). Proses pemulangan berlangsung setelah tim DVI memastikan identitas korban kapal Arupadhatu 1.

Kapolda Banten Irjen Hengki mengatakan jenazah akan diberangkatkan dari Bengkulu menuju Bandara Soekarno-Hatta. Tim terpadu akan menyambut kedatangan jenazah di bandara.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Banten, Basarnas, dan unsur terkait akan menerima jenazah sebelum proses penyerahan kepada keluarga.

Jenazah Surakman Dibawa dari Bengkulu

Surakman sebelumnya ditemukan sebagai Mr X di perairan Sawang Bengkok, Pulau Enggano. Petugas kemudian mengevakuasi jasad tersebut ke RS Bhayangkara Polda Bengkulu.

Di sana, tim melakukan pemeriksaan untuk mencari kecocokan identitas. Proses tersebut menggunakan data antemortem dan postmortem dari keluarga delapan orang yang berada di kapal.

Hasil pemeriksaan genetik akhirnya menunjukkan kecocokan dengan Surakman. Ia merupakan ABK Arupadhatu 1 yang hilang kontak di Selat Sunda.

Pencarian Arupadhatu 1 Berakhir 17 September

Sementara itu, operasi SAR untuk mencari delapan orang di kapal telah berakhir pada Kamis (17/9). Tim sebelumnya menjalankan pencarian selama 10 hari.

Area pencarian mencakup wilayah Banten, Lampung, hingga Bengkulu. Namun, petugas belum menemukan kapal Arupadhatu 1 maupun penumpangnya selama operasi berlangsung.

Setelah operasi berakhir, keluarga korban menggelar tabur bunga di sekitar Gunung Anak Krakatau pada Jumat (18/9).

Kapal tersebut sebelumnya membawa lima jurnalis yang hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Mereka berangkat dari dermaga Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9).

Yang jadi sorotan, penemuan Surakman berlangsung setelah operasi SAR resmi dihentikan. Jasadnya ditemukan pada hari kelima pencarian, Sabtu (12/9), di wilayah perairan Enggano.

Selain Surakman, kapal tersebut memiliki dua awak lain, yakni Warta sebagai kapten dan Heriyanto sebagai pemandu. Lima jurnalis juga berada di dalam kapal saat kejadian.

Adapun para jurnalis tersebut berasal dari sejumlah media dan sebagian bekerja sebagai jurnalis lepas. Organisasi Pewarta Foto Indonesia menyatakan mayoritas jurnalis di kapal merupakan wartawan foto.

Lebih jauh, proses pemulangan Surakman menjadi tahapan lanjutan setelah identifikasi korban. Tim di Banten selanjutnya menunggu kedatangan jenazah untuk proses penyerahan kepada keluarga.