Banjir bandang Nepal membuat 341 warga asing dilaporkan hilang, termasuk pendaki dari India, Ukraina, Australia, dan sejumlah negara lainnya.
Banjir bandang Nepal membuat 341 warga negara asing hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Para korban berasal dari sejumlah negara dan sebagian besar berada di kawasan tujuan pendakian.
Otoritas Nepal bersama pejabat terkait dan sejumlah media melaporkan angka tersebut saat pencarian serta penyelamatan masih berlangsung.
Banjir Bandang Nepal Hilangkan Ratusan Turis Asing
India mencatat jumlah warga asing yang dilaporkan hilang paling banyak, yakni 142 orang.
Sementara itu, Ukraina berada di urutan berikutnya dengan 53 warga yang belum ditemukan.
Australia menyusul dengan 34 orang, kemudian Malaysia sebanyak 17 orang.
Selain itu, 12 warga Inggris Raya juga masuk dalam daftar warga asing yang dilaporkan hilang.
Daftar Warga Asing yang Dilaporkan Hilang
- India: 142 orang
- Ukraina: 53 orang
- Australia: 34 orang
- Malaysia: 17 orang
- Inggris Raya: 12 orang
- Korea Selatan: 9 orang
- Jepang: 5 orang
- Afrika Selatan: 4 orang
- Amerika Serikat: 3 orang
- Portugal: 2 orang
- Belanda: 1 orang
Di sisi lain, kelompok tur juga melaporkan kehilangan sejumlah warga asing. Namun, identitas kewarganegaraan sebagian orang belum dapat dikonfirmasi.
Trekkers Society melaporkan 77 orang hilang. Kailash Journey mencatat 26 orang, sedangkan Richa Tours & Travels melaporkan delapan orang.
Yang patut dicatat, jumlah korban asing tersebut masih dapat berubah seiring proses pencarian.
Badan Pariwisata Nepal juga mencatat 93 warga Nepal masih berstatus hilang.
Faktanya, Nepal menjadi tujuan pendaki dan pemanjat tebing dari berbagai negara karena memiliki sejumlah puncak tertinggi dunia.
Gunung Everest menjadi salah satu tujuan utama bagi wisatawan yang datang untuk melakukan pendakian.
Namun, banjir bandang kini membuat keberadaan ratusan orang belum dapat dipastikan.
Sementara itu, tim penyelamat masih melakukan pencarian. Pihak berwenang juga terus berupaya mengidentifikasi para korban.
