Bupati TTU menjadi sorotan setelah mengungkap dugaan kebiasaan sejumlah oknum anggota DPRD yang kerap membuat keributan saat masa reses. Pernyataan itu muncul menyusul kasus meninggalnya dr Eliza Princila Utami Pakaenoni atau Dokter Icha yang diduga mengalami tekanan psikologis akibat intimidasi.
Bupati Timor Tengah Utara (TTU) Yosep Falentinus Delasalle Kebo akhirnya buka suara terkait kasus meninggalnya dr Eliza Princila Utami Pakaenoni atau Dokter Icha. Menurutnya, peristiwa tersebut membuka fakta yang selama ini tidak banyak diketahui publik mengenai perilaku sejumlah oknum anggota DPRD TTU.
Secara faktual, Yosep menyebut terdapat kebiasaan buruk yang berulang ketika sebagian anggota dewan menjalankan agenda reses. Ia mengatakan, sebelum maupun sesudah kegiatan tersebut, sejumlah oknum diduga membuat kekacauan akibat pengaruh minuman beralkohol.
Menurut Yosep, kasus yang menimpa Dokter Icha menjadi momentum terbukanya persoalan yang selama ini tertutup rapat. Ia menilai kejadian tersebut tidak dapat dipisahkan dari perilaku yang disebut telah berlangsung cukup lama.
“Kejadian dr Icha ini membuka tabir yang selama ini tertutup rapat,” kata Yosep.
Ia menambahkan, oknum anggota DPRD yang dimaksud diduga sering membuat keributan ketika menjalankan kegiatan reses karena berada di bawah pengaruh alkohol.
Bupati TTU Dukung Langkah Hukum Keluarga
Selain menyoroti perilaku oknum anggota dewan, Yosep memastikan Pemerintah Kabupaten TTU memberikan dukungan kepada keluarga Dokter Icha. Dukungan itu berkaitan dengan upaya memperoleh keadilan atas kasus yang kini menjadi perhatian publik.
Menurutnya, keluarga berhak menempuh berbagai langkah sesuai ketentuan hukum. Karena itu, pemerintah daerah menyatakan siap memberikan dukungan terhadap proses tersebut.
“Kami akan mendukung segala upaya yang diambil keluarga dalam rangka memperoleh keadilan,” ujarnya.
Kronologi Dugaan Intimidasi di IGD RS Leona
Dokter Icha diketahui merupakan putri daerah penerima beasiswa Pemerintah Kabupaten TTU. Ia bertugas di Puskesmas Bitefa serta membantu pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona Kefamenanu.
Peristiwa bermula saat Dokter Icha menangani seorang pasien anak yang menjadi korban gigitan ular hijau di IGD RS Leona.
Tak lama kemudian, dua pria yang mengaku sebagai anggota DPRD TTU datang ke rumah sakit. Mereka disebut berbicara dengan nada tinggi kepada Dokter Icha ketika proses penanganan pasien berlangsung.
Keluarga menyebut dua anggota DPRD tersebut ialah Therensius Lazakar dan Norbertus Tubani. Pasien anak yang dirawat diketahui merupakan keponakan Therensius.
Paman korban, Victor Manbait, mengatakan Dokter Icha mengalami ketakutan dan tekanan psikologis setelah menerima bentakan ketika sedang menjalankan tugas medis.
Akibat tekanan itu, Dokter Icha disebut menangis di rumah sakit. Selanjutnya, ia ditemukan dalam kondisi lemah di tempat tinggalnya sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (26/6).
Polisi Mulai Memeriksa Saksi
Sementara itu, Polres TTU mulai melakukan penyelidikan atas dugaan intimidasi tersebut. Polisi lebih dahulu memeriksa sejumlah tenaga medis yang bertugas di IGD ketika kejadian berlangsung.
Selanjutnya, penyidik berencana memanggil tiga anggota DPRD TTU, yakni Veronika Lake, Norbertus Bani, dan Therensius Lazakar untuk dimintai klarifikasi.
Kapolres TTU AKBP Eliana Papote menegaskan penyelidikan tetap berjalan meski keluarga belum membuat laporan polisi. Menurutnya, langkah kepolisian dilakukan setelah informasi mengenai kasus itu menyebar luas di media sosial.
