Cara mengatasi anxiety disorder bergantung pada jenis gangguan yang dialami. Setelah mengenali karakteristiknya, penanganan dapat dilakukan melalui psikoterapi maupun evaluasi medis sesuai kebutuhan.
Cara mengatasi anxiety disorder tidak dapat disamaratakan untuk semua orang. Setiap jenis gangguan kecemasan memiliki karakteristik yang berbeda sehingga memerlukan pendekatan yang sesuai.
Perkembangan pemahaman mengenai anxiety disorder menunjukkan bahwa identifikasi jenis gangguan menjadi dasar sebelum menentukan terapi maupun penggunaan obat.
Penanganan Diawali dengan Mengenali Jenis Gangguan
Generalized Anxiety Disorder atau GAD ditandai rasa khawatir berkepanjangan terhadap banyak hal. Sebaliknya, gangguan panik muncul sebagai serangan mendadak dengan gejala fisik yang intens.
Selain itu, kecemasan sosial membuat seseorang takut terhadap penilaian orang lain. Fobia spesifik berkaitan dengan objek tertentu, sedangkan agorafobia berhubungan dengan rasa takut berada di tempat yang sulit ditinggalkan.
Separation anxiety juga dapat dialami orang dewasa ketika harus berpisah dari sosok yang memiliki ikatan emosional kuat.
CBT Menjadi Pendekatan yang Banyak Digunakan
Dalam praktiknya, Cognitive Behavioral Therapy (CBT) menjadi salah satu metode psikoterapi yang sering digunakan pada gangguan kecemasan.
CBT membantu seseorang mengenali pola pikir yang memicu kecemasan. Selanjutnya, terapi melatih cara berpikir yang lebih realistis sekaligus menghadapi situasi pemicu secara bertahap.
Penggunaan Obat Berdasarkan Evaluasi Dokter
Selain psikoterapi, dokter atau psikiater dapat mempertimbangkan pemberian obat seperti SSRI maupun benzodiazepine.
Namun, penggunaan obat selalu disesuaikan dengan hasil pemeriksaan. Jenis obat, dosis, dan lama terapi bergantung pada kondisi masing-masing individu.
Penyebab Berasal dari Banyak Faktor
Gangguan kecemasan tidak muncul karena satu penyebab saja. Faktor genetik, ketidakseimbangan kimia otak, pengalaman traumatis, pola asuh, serta tekanan hidup yang berlangsung lama dapat berperan bersama-sama.
Yang patut dicermati, OCD dan PTSD kini memiliki klasifikasi tersendiri dalam pedoman diagnostik modern. Meski demikian, kedua kondisi tersebut masih dapat disertai gejala kecemasan sehingga tetap memerlukan evaluasi profesional.
Pemahaman mengenai jenis, penyebab, dan pilihan terapi membantu proses penanganan berlangsung lebih tepat sesuai karakteristik gangguan yang dialami.
