Gejala rabies pada manusia dapat berkembang setelah virus menyebar menuju otak. Penularan juga dapat terjadi melalui cakaran yang terkena air liur hewan terinfeksi.
Gejala rabies pada manusia tidak selalu muncul segera setelah gigitan hewan. Virus dapat berkembang selama beberapa hari hingga minggu tanpa menimbulkan tanda yang jelas.
Kondisi tersebut membuat seseorang bisa tidak menyadari proses infeksi. Padahal, rabies merupakan penyakit mematikan yang dapat menyerang manusia dan mamalia lainnya.
WHO menyebut gigitan hewan terinfeksi menjadi salah satu jalur penularan rabies. Cakaran juga dapat berisiko jika terkena air liur hewan yang membawa virus.
Gejala Rabies pada Manusia Setelah Gigitan
Menurut Cleveland Clinic, rabies dapat dicegah ketika seseorang segera memperoleh penanganan setelah terkena gigitan. Penanganan harus berlangsung sebelum gejala rabies muncul.
Sementara itu, virus dapat menyebar di dalam tubuh tanpa menimbulkan gejala. Setelah mencapai otak, tanda penyakit mulai menyerupai gangguan kesehatan umum.
- Demam dan kelelahan.
- Nyeri otot.
- Kesemutan pada bekas gigitan.
- Nyeri atau mati rasa di sekitar luka.
Setelah beberapa hari, sebagian besar penderita dapat mengalami rabies tipe ganas. Kondisinya dapat memicu agitasi, agresivitas, kegelisahan, kejang, dan halusinasi.
Hidrofobia dan Aerofobia Jadi Tanda Khas
Yang menarik, rabies dapat memunculkan hidrofobia atau rasa takut terhadap air. Penderita juga dapat mengalami aerofobia ketika terkena embusan udara pada wajah.
Selain itu, gejala lain mencakup kedutan otot, detak jantung cepat, hiperventilasi, air liur berlebihan, serta ukuran pupil mata yang tidak sama.
Lebih lanjut, kelumpuhan wajah dan delirium juga dapat muncul ketika penyakit berkembang. Gejala tersebut menunjukkan kondisi rabies yang sudah menyerang sistem saraf.
Di sisi lain, sumber penularan tidak terbatas pada anjing liar. Kelelawar, sigung, rakun, rubah, dan kucing juga berpotensi membawa virus rabies.
Yang patut dicatat, virus dapat menyebar melalui air liur hewan beberapa hari sebelum hewan menunjukkan gejala. Karena itu, risiko penularan tidak selalu terlihat dari kondisi hewan.
Akibatnya, luka gigitan atau cakaran dari hewan yang dicurigai terinfeksi perlu segera mendapat perhatian medis. Menunggu gejala rabies muncul dapat membuat kondisi menjadi jauh lebih serius.
Faktanya, rabies jarang memungkinkan seseorang bertahan hidup setelah gejala penyakit muncul. Karena itu, penanganan setelah paparan menjadi bagian penting dalam pencegahan.
