Derby della CapitaleDerby della Capitale Dimenangkan Roma

Bahasa Kita – Derby della Capitale antara AS Roma vs Lazio berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk Giallorossi dalam lanjutan Liga Italia 2025/2026 di Stadion Olimpico, Minggu (17/5/2026). Hasil ini membawa AS Roma kembali masuk ke zona Liga Champions usai menyalip Juventus di klasemen sementara Serie A.

Pertandingan berlangsung intens sejak menit awal. Kedua tim langsung bermain terbuka dengan tempo tinggi. AS Roma sedikit lebih dominan dalam penguasaan bola dan agresif membangun serangan melalui Paulo Dybala serta Wesley Franca.

Wesley Franca menjadi pemain pertama yang mengancam gawang Lazio. Tembakan pemain muda Roma itu masih mampu diamankan kiper Alessio Furlanetto.

Di sisi lain, Lazio juga beberapa kali menciptakan peluang berbahaya. Matteo Cancellieri berhasil lolos dari penjagaan lini belakang Roma. Namun, Mile Svilar tampil sigap mengamankan gawang tuan rumah.

Derby della Capitale Berjalan Ketat Sejak Babak Pertama

Memasuki pertengahan babak pertama, tensi pertandingan semakin meningkat. Roma terus mencoba menekan melalui kombinasi Paulo Dybala dan Donyell Malen di lini depan.

Meski begitu, Lazio tetap mampu memberikan ancaman serius. Boulaye Dia sempat membobol gawang AS Roma pada menit ke-30. Akan tetapi, gol tersebut dianulir wasit karena posisi penyerang Lazio sudah lebih dulu offside.

Tak berhenti di situ, Lazio kembali mendapatkan peluang emas lewat sundulan Mario Gila dan sepakan kaki kiri Tijjani Noslin. Yang jadi sorotan, kedua peluang itu hadir saat pemain Lazio berdiri tanpa pengawalan di kotak penalti.

Namun pada kenyataannya, penyelesaian akhir Lazio masih belum maksimal. Bola hasil sundulan Mario Gila dan sepakan Noslin sama-sama melebar dari sasaran.

AS Roma akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-40. Gianluca Mancini mencetak gol melalui sundulan jarak dekat setelah memanfaatkan sepak pojok Niccolo Pisilli.

Mancini berhasil memenangi duel udara melawan pemain bertahan Lazio. Gol tersebut langsung membakar atmosfer Stadion Olimpico yang dipenuhi pendukung tuan rumah.

Roma nyaris menambah keunggulan sebelum turun minum. Mario Hermoso mendapatkan ruang tembak di sisi kiri pertahanan Lazio. Namun, tendangannya masih melebar tipis dari gawang Alessio Furlanetto.

Skor 1-0 bertahan hingga jeda pertandingan.

Gianluca Mancini Jadi Penentu Kemenangan AS Roma

Gol Gianluca Mancini Menangkan
Gol Gianluca Mancini Menangkan dan bawa Serigala Roma masuk zona Liga Champions

Memasuki babak kedua, Lazio mencoba meningkatkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan. Nuno Tavares mendapatkan peluang pada menit ke-48, tetapi tembakannya belum mengarah tepat ke gawang.

Satu menit berselang, Matteo Cancellieri melakukan solo run yang nyaris menghasilkan gol penyeimbang. Mile Svilar kembali menjadi penyelamat AS Roma lewat penyelamatan pentingnya.

Roma merespons tekanan tersebut melalui peluang Donyell Malen. Akan tetapi, Alessio Furlanetto masih tampil solid di bawah mistar Lazio.

Pada menit ke-65, Furlanetto kembali membuat penyelamatan penting saat menepis tendangan bebas Paulo Dybala menggunakan ujung jarinya.

Namun, tekanan Roma akhirnya kembali berbuah gol semenit kemudian. Gianluca Mancini mencetak gol keduanya lewat skema sepak pojok yang hampir identik dengan gol pertama.

Sepak pojok Paulo Dybala berhasil disambut Mancini tanpa pengawalan berarti di dalam kotak penalti. Sundulannya membawa Roma unggul 2-0 atas Lazio.

Tensi pertandingan memanas setelah Wesley Franca dan Nicolo Rovella terlibat baku hantam di tengah lapangan. Wasit tanpa ragu mengeluarkan kartu merah untuk kedua pemain tersebut.

Unggul dua gol membuat Roma lebih nyaman mengontrol jalannya pertandingan. Sementara itu, Lazio tampak frustrasi mencari celah di lini pertahanan tuan rumah.

Masuknya Artem Dovbyk dan Matias Soule memberi tambahan ancaman bagi Roma pada menit-menit akhir. Meski begitu, tidak ada gol tambahan tercipta hingga laga berakhir.

Kemenangan ini mengangkat AS Roma ke posisi empat klasemen Liga Italia. Di waktu bersamaan, Juventus kalah 0-2 dari Fiorentina dan turun ke peringkat enam.