Ekbis

Perjalanan Bisnis Martha Tilaar dari Salon hingga Sariayu

perjalanan bisnis Martha Tilaar
perjalanan bisnis Martha Tilaar

Perjalanan bisnis Martha Tilaar bermula dari Martha's Salon pada 3 Januari 1970 hingga menjadi Martha Tilaar Group. Pendiri grup kosmetik itu berpulang pada Rabu, 14 Oktober 2026, di usia 89 tahun.

Martha's Salon yang berdiri pada 3 Januari 1970 berkembang pesat berkat pendekatan personal yang hangat kepada pelanggan. Eksplorasi kecantikannya kemudian meluas ke bidang kosmetik. Pada 1972, ia berkelana ke Eropa untuk mempelajari seni meramu kosmetik. Kesadaran akan kekayaan alam Nusantara kemudian membawanya kembali pada akar tradisi.

Perjalanan Bisnis Martha Tilaar Berakar pada Jamu

Martha menggali rahasia perawatan dari dukun beranak dan neneknya, Mak Oco, seorang peramu jamu ulung. Ramuan itu memiliki makna personal baginya. Ia sempat divonis mandul setelah 11 tahun menikah. Berkat ketelatenan mengonsumsi jamu sang nenek, ia mengandung menjelang menopause dan melahirkan anak pertama pada usia 42 tahun. Martha kemudian mengabadikan resep itu menjadi produk Kaplet Wulandari.

Kolaborasi Pendirian Martina Berto dan Sariayu

Babak baru bisnis Martha dimulai pada 1977. Ia menggandeng pendiri Kalbe Farma, Boenjamin Setiawan, dan Theresia Harsini Setiady untuk mendirikan PT Martina Berto. Kolaborasi itu melahirkan produk Sariayu Martha Tilaar.

Bisnis tersebut berkembang dengan berdirinya pabrik di Kawasan Industri Pulo Gadung. Grup ini juga mengakuisisi sejumlah perusahaan pada era 1988 hingga 1995.

Melalui Martha Tilaar's Innovation Center (MTIC), grup ini menghasilkan merek Caring, Belia, Biokos, PAC, Dewi Sri Spa, dan Jamu Garden. Jamu Garden menembus pasar internasional. Pada 1999, keluarga Martha Tilaar mengakuisisi penuh kepemilikan PT Martina Berto. Mereka lalu mengonsolidasikannya ke dalam Martha Tilaar Group.

Penghargaan Nasional dan Global

Kiprah panjang Martha Tilaar memperoleh puluhan penghargaan tingkat nasional dan global. Ia menerima gelar Doktor Kehormatan bidang Fashion and Artistry dari World University Tuscon pada 1984. Ban Ki-moon menyerahkan penghargaan PBB kepadanya dalam UN Global Compact Leaders Summit pada 2002.

Ia juga menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan pada 1993 dan Bintang Budaya Parama Dharma pada 2016. Universitas Leiden mengabadikan namanya sebagai nama spesies anggrek Kalimantan, Ceologyne Marthae.

Warisan yang Ditinggalkan

Keluarga Tiara Kusuma menyampaikan kabar berpulangnya Martha Tilaar pada Rabu pagi, 14 Oktober 2026, di usia 89 tahun. Warisan Martha Tilaar bagi industri kosmetik dan jamu tradisional Indonesia kini tercatat lewat merek, salon, dan penghargaan yang ia tinggalkan.