Bahasa Kita – Operasi penindakan lalu lintas menggunakan ETLE Handheld Sidoarjo mulai diterapkan di wilayah Krian. Personel Polsek Krian bersama Satlantas Polresta Sidoarjo menggelar pengawasan kendaraan di Jalan Gubernur Sunandar Prijosoedarmo, Desa Kraton, Kecamatan Krian, dengan sistem tilang elektronik berbasis perangkat genggam.
Operasi tersebut dipimpin Kanit Lantas Polsek Krian AKP Indra Arliyansyah dengan melibatkan personel gabungan dari Polsek Krian dan Satlantas Polresta Sidoarjo. Selama kegiatan berlangsung, arus kendaraan terpantau lebih tertib dibanding biasanya.
Kapolsek Krian AKP Galih Putra Samodra mengatakan, penggunaan ETLE Handheld dilakukan untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas sekaligus menekan angka pelanggaran dan risiko kecelakaan di jalan raya.
“Penindakan melalui ETLE Handheld ini kami lakukan untuk membangun kesadaran masyarakat agar lebih tertib dan patuh terhadap aturan lalu lintas,” ujar AKP Galih Putra Samodra, Jumat 8 Mei 2026.
ETLE Handheld Sidoarjo Rekam Pelanggaran Secara Langsung
Dalam operasi tersebut, petugas menyasar berbagai pelanggaran kasat mata yang dilakukan pengendara kendaraan bermotor. Pelanggaran itu meliputi pengendara tanpa helm, pelanggaran rambu lalu lintas, hingga kelengkapan administrasi kendaraan.
Berbeda dengan pola tilang manual, seluruh penindakan dilakukan menggunakan perangkat ETLE Handheld yang dibawa langsung petugas di lapangan. Sistem tersebut memungkinkan pelanggaran direkam secara elektronik dan langsung masuk ke data penindakan.
Di sisi lain, penggunaan perangkat digital dinilai membuat proses penegakan hukum lebih efektif dan akurat. Seluruh bukti pelanggaran tercatat melalui sistem elektronik sehingga proses penindakan dinilai lebih transparan.
Dalam praktiknya, petugas cukup mengarahkan perangkat ke kendaraan yang melakukan pelanggaran. Setelah data terekam, identifikasi kendaraan dilakukan melalui sistem elektronik yang terhubung langsung dengan perangkat ETLE Handheld.
Yang jadi sorotan, metode pengawasan bergerak seperti itu membuat titik penindakan dapat berpindah sesuai kondisi lalu lintas di lapangan. Artinya, pengawasan tidak hanya bergantung pada kamera statis di satu lokasi tertentu.
Operasi Lalu Lintas di Krian Fokus pada Kesadaran Pengendara

Selain melakukan penindakan, personel kepolisian juga mengatur arus kendaraan di sekitar lokasi operasi. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran lalu lintas sekaligus mengantisipasi kepadatan kendaraan selama kegiatan berlangsung.
Pada saat bersamaan, petugas juga memberikan pengawasan terhadap pengendara yang melintas di jalur padat kendaraan tersebut. Selama operasi berjalan, situasi di sekitar lokasi terpantau aman dan kondusif.
AKP Galih Putra Samodra menambahkan, penerapan ETLE Handheld diharapkan dapat memberikan efek jera kepada pelanggar lalu lintas. Menurutnya, pendekatan berbasis elektronik juga diarahkan untuk membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.
Tak hanya itu, penggunaan sistem digital dianggap mampu memperkuat proses penindakan yang lebih terukur dibanding metode konvensional. Seluruh data pelanggaran dapat terdokumentasi langsung melalui perangkat elektronik petugas.
“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu mengutamakan keselamatan dan mematuhi peraturan lalu lintas demi terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran berlalu lintas,” pungkasnya.
