Bahasa Kita – Hari Buku Nasional 2026 dimanfaatkan Pemerintah Kota Pontianak untuk kembali menghidupkan budaya membaca di tengah derasnya perkembangan teknologi digital. Momentum tersebut dinilai penting karena masyarakat kini semakin terbiasa mengakses informasi instan tanpa memahami isi bacaan secara mendalam.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pontianak, Rendrayani, mengatakan buku masih memiliki peran besar dalam membentuk pola pikir kritis dan memperluas wawasan masyarakat. Menurutnya, proses membaca buku memberikan pemahaman yang lebih utuh dibandingkan informasi cepat di internet.
“Tantangan terbesar saat ini adalah kebiasaan masyarakat yang lebih banyak mengakses informasi secara cepat tanpa memahami inti bacaan secara menyeluruh,” ujarnya, Sabtu, 16 Mei 2026.
Dalam praktiknya, perubahan pola konsumsi informasi membuat budaya membaca menghadapi tantangan baru. Masyarakat dinilai semakin terbiasa menerima informasi singkat melalui media digital tanpa proses telaah yang panjang.
Di sisi lain, buku masih dianggap sebagai medium yang mampu melatih kemampuan berpikir kritis karena pembaca dituntut memahami isi secara bertahap dan menyeluruh.
Hari Buku Nasional 2026 Jadi Penguat Program Literasi Pontianak
Rendrayani menjelaskan, Pemerintah Kota Pontianak terus memperkuat gerakan membaca melalui literasi berbasis inklusi sosial. Program tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat agar budaya membaca tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah atau perpustakaan.
Menurutnya, penguatan literasi dilakukan melalui Surat Keputusan Wali Kota Pontianak Nomor 35 Tahun 2025. Kebijakan itu mendorong keterlibatan keluarga, sekolah, pemerintah, hingga dunia usaha dalam membangun kebiasaan membaca.
“Upaya tersebut diperkuat melalui Surat Keputusan Wali Kota Pontianak Nomor 35 Tahun 2025 yang melibatkan keluarga, sekolah, pemerintah hingga dunia usaha dalam membudayakan membaca,” imbuhnya.
Yang jadi sorotan, pendekatan literasi berbasis inklusi sosial tidak hanya menempatkan buku sebagai bahan bacaan. Dalam konteks tersebut, literasi dipandang sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
Dengan kata lain, budaya membaca tidak cukup dibangun melalui penyediaan buku semata. Pemerintah juga berupaya menciptakan ruang interaksi yang membuat masyarakat lebih dekat dengan aktivitas membaca.
Dalam rangka memperingati Hari Buku Nasional pada 17 Mei 2026, Gedung Layanan Perpustakaan Kota Pontianak menghadirkan sejumlah kegiatan literasi untuk masyarakat.
Program tersebut meliputi lomba bercerita bagi siswa sekolah dasar hingga kegiatan Night at Library berupa nonton bareng dan diskusi film. Khusus pada 16 Mei 2026, layanan perpustakaan juga dibuka lebih panjang hingga pukul 21.00 WIB.
Tak hanya itu, peringatan Hari Buku juga mendapat perhatian dari kalangan pembaca dan pegiat literasi di Pontianak. Salah satu penggemar buku, Fitrah Rhama Diansyah, menilai Hari Buku menjadi bentuk apresiasi bagi masyarakat yang masih menjaga kebiasaan membaca.
Menurut Fitrah, buku dapat menjadi ruang pelarian sekaligus sarana refleksi diri ketika seseorang menghadapi berbagai emosi dan tekanan kehidupan sehari-hari.
Ajakan Membaca dari Penggemar Buku di Pontianak
Fitrah mengajak masyarakat mulai membiasakan membaca dari langkah sederhana. Ia menyarankan masyarakat mencoba membaca satu paragraf terlebih dahulu untuk menemukan jenis buku yang disukai.
“Melalui hari buku ini merupakan apresiasi tersendiri dari bagi kita. Udah sebanyak ini, ta kita baca buku,” jelasnya.
Sementara itu, Pemerintah Kota Pontianak berharap peringatan Hari Buku Nasional dapat menjaga budaya membaca tetap tumbuh di tengah perubahan pola hidup masyarakat digital.
