Forum Konsultasi BilateralDuta Besar Grata Endah Werdaningtyas Dan Carlos Morán León di Forum Konsultasi Bilateral (FKB)

Bahasa Kita – Indonesia dan Cili memperkuat pembahasan kerja sama ekonomi strategis dan mineral kritis dalam Forum Konsultasi Bilateral ke-6 yang digelar di Santiago pada 7 Mei 2026. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya kedua negara memperluas kemitraan di tengah meningkatnya kebutuhan global terhadap rantai pasok industri teknologi dan energi bersih.

Forum itu dipimpin Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI, Duta Besar Grata Endah Werdaningtyas, bersama Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Cili, Duta Besar Carlos Morán León.

Kedua negara menilai hubungan bilateral terus berkembang positif dengan tingkat kepercayaan yang semakin kuat dalam berbagai sektor kerja sama.

Dalam konteks tersebut, isu mineral kritis menjadi salah satu pembahasan utama karena Indonesia dan Cili sama-sama memiliki sumber daya strategis yang dibutuhkan industri masa depan.

Mineral Kritis Jadi Fokus Ekonomi Strategis Indonesia dan Cili

Pembahasan kerja sama mineral kritis muncul seiring meningkatnya permintaan global terhadap bahan baku industri kendaraan listrik dan energi bersih.

Indonesia dikenal memiliki cadangan nikel besar, sementara Cili menjadi salah satu produsen utama tembaga dan lithium dunia.

Yang jadi sorotan, kedua negara mulai melihat peluang membangun kolaborasi lebih luas dalam rantai pasok industri strategis global.

Di sisi lain, Forum Konsultasi Bilateral juga menjadi ruang untuk memperkuat posisi ekonomi kedua negara di kawasan Asia dan Amerika Latin.

Selain sektor mineral kritis, pembahasan turut mencakup kerja sama pertanian, pertahanan, kesehatan, pendidikan, dan riset.

Melalui forum tersebut, Indonesia dan Cili sepakat meningkatkan hubungan bilateral di berbagai tingkatan.

Hal ini terlihat dari dorongan kedua delegasi untuk memperluas implementasi kerja sama yang lebih konkret dan saling menguntungkan.

Optimalisasi IC-CEPA Dorong Perdagangan Bilateral

Optimalisasi Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement atau IC-CEPA turut menjadi perhatian penting dalam pertemuan.

Kedua negara menilai perjanjian tersebut masih memiliki peluang besar untuk dimaksimalkan, terutama dalam memperluas akses perdagangan dan meningkatkan nilai ekonomi bilateral.

Dalam praktiknya, IC-CEPA dipandang sebagai instrumen strategis untuk membuka pasar yang lebih luas bagi produk kedua negara.

Pada sisi yang sama, peningkatan perdagangan juga dianggap dapat memperkuat hubungan ekonomi jangka panjang Indonesia dan Cili.

Pertemuan bilateral itu juga membahas rencana pelaksanaan Indonesia-Latin America and the Caribbean Business Mission atau INA-LAC Business Mission di Santiago pada 1 hingga 2 Oktober 2026.

INA-LAC Business Mission Jadi Agenda Lanjutan

Agenda tersebut diproyeksikan menjadi ruang pertemuan pelaku usaha dan pemerintah untuk memperluas jejaring kerja sama ekonomi kawasan.

Melalui forum itu, Indonesia dan negara-negara Amerika Latin diharapkan dapat memperkuat hubungan perdagangan dan investasi secara lebih konkret.

Tak hanya itu, pembahasan ekonomi strategis juga diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat kedua negara.

Secara faktual, hubungan diplomatik Indonesia dan Cili telah berlangsung sejak 29 September 1965.

Dalam perkembangan selanjutnya, hubungan kedua negara terus berkembang melalui kerja sama ekonomi, perdagangan, dan diplomasi kawasan.

Pada titik ini, pembahasan mineral kritis dan ekonomi strategis menunjukkan arah baru hubungan bilateral Indonesia dan Cili yang mulai berfokus pada kebutuhan industri global masa depan.