Jadwal Piala Presiden 2026 mendapat kritik karena peserta semifinal hanya memiliki waktu sekitar satu hari untuk pemulihan sebelum kembali bertanding di final dan perebutan tempat ketiga. APPI menilai kondisi tersebut berisiko terhadap kesehatan dan performa pemain.
Jadwal padat Piala Presiden 2026 menjadi sorotan setelah Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) meminta penyelenggara mengevaluasi waktu pelaksanaan pertandingan. Kritik muncul karena tim peserta semifinal hanya memperoleh jeda sekitar satu hari sebelum kembali bertanding pada laga final maupun perebutan tempat ketiga.
Babak semifinal berlangsung pada Selasa, 4 Agustus 2026. Persib Bandung memastikan tiket final setelah mengalahkan Persija Jakarta 2-1, sedangkan Persebaya Surabaya melaju usai menundukkan Arema FC dengan skor 1-0.
Sesuai jadwal, pertandingan final Persib melawan Persebaya serta perebutan peringkat ketiga antara Persija dan Arema digelar pada Kamis, 6 Agustus 2026. Dengan demikian, seluruh tim hanya memiliki waktu pemulihan yang sangat terbatas.
APPI Nilai Jadwal Piala Presiden 2026 Perlu Dievaluasi
Menurut APPI, Piala Presiden merupakan turnamen pramusim yang seharusnya menjadi tahap membangun kebugaran pemain sebelum kompetisi resmi dimulai. Karena itu, waktu pemulihan memiliki peran penting dalam proses adaptasi fisik.
Kepala Divisi Medis APPI, dr. Donny Kurniawan, mengatakan tujuan utama pramusim bukan memaksa tubuh bekerja melampaui kemampuan adaptasinya.
“Tujuan utama pramusim adalah mempersiapkan pemain mencapai kondisi fisik yang optimal untuk menjalani kompetisi yang panjang, bukan memaksakan tubuh bekerja melampaui kapasitas adaptasinya,” ujar dr. Donny.
Risiko Cedera dan Penurunan Performa Jadi Perhatian
Selain meningkatkan risiko cedera, jeda yang terlalu singkat juga dinilai dapat memengaruhi kebugaran pemain saat memasuki musim kompetisi. Di sisi lain, APPI menegaskan kesehatan dan keselamatan pemain harus menjadi pertimbangan utama dalam penyusunan kalender pertandingan.
Yang menjadi sorotan, organisasi tersebut berharap penyelenggara menjadikan aspek pemulihan sebagai bagian penting dalam penyelenggaraan turnamen pramusim pada masa mendatang.
