Kapal Karam di Perairan Tanjung Api SumutKapal KM Mitra Jaya Karam di Asahan, Dua Awak Masih Hilang

Bahasa Kita – Kapal KM Mitra Jaya karam di Perairan Tanjung Api, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, setelah mengalami kebocoran dan dihantam gelombang tinggi. Dari 23 orang yang berada di atas kapal, sebanyak 21 orang berhasil menyelamatkan diri, sedangkan dua awak kapal hingga kini masih dalam pencarian.

Insiden tersebut terjadi pada Selasa (2/6) sekitar pukul 19.00 WIB saat kapal sedang berlayar di wilayah perairan sekitar Tanjung Api. Informasi itu disampaikan Kepala Dinas Penerangan Koarmada I, Kolonel Laut (P) Wahyu Kurniawan.

Menurutnya, kapal mengalami kebocoran yang menyebabkan air terus masuk ke dalam lambung kapal hingga situasi menjadi sulit dikendalikan.

Kebocoran Membuat Kapal Tenggelam dalam Waktu Singkat

Para awak kapal sempat berupaya mempertahankan kondisi kapal agar tetap mengapung. Mereka menggunakan pompa Alkon untuk mengurangi volume air yang masuk ke dalam kapal.

Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Debit air yang masuk terus meningkat sehingga kondisi kapal semakin kritis.

Sudah diusahakan pakai pompa Alkon, tapi tidak mampu. Dalam waktu sekitar 15 menit kapal langsung karam,” ujar Wahyu pada Jumat (5/6).

Yang jadi sorotan, proses tenggelamnya kapal berlangsung relatif cepat. Akibatnya, awak kapal harus segera menyelamatkan diri sebelum kondisi semakin membahayakan.

21 Orang Selamat, Dua Awak Belum Ditemukan

Dari total 23 orang yang berada di kapal, sebanyak 21 awak berhasil menyelamatkan diri. Selanjutnya, mereka telah kembali ke rumah masing-masing setelah dievakuasi.

Sementara itu, dua orang masih dinyatakan hilang. Keduanya adalah Kahwi (60) yang bertugas sebagai nakhoda kapal dan Jamil yang merupakan salah satu anak buah kapal.

Hingga Jumat, keberadaan kedua korban belum diketahui. Karena itu, operasi pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan di sekitar lokasi kejadian.

Dalam konteks tersebut, keluarga korban masih menunggu perkembangan terbaru dari proses pencarian yang sedang berlangsung.

Tim Gabungan Sisir Lokasi Kejadian

Setelah menerima laporan tenggelamnya kapal, sejumlah unsur langsung bergerak menuju lokasi. Operasi pencarian melibatkan Pos TNI AL Sei Berombang dari Lanal Tanjungbalai Asahan, Basarnas Tanjungbalai, Polairud, KPLP, dan nelayan setempat.

Selain itu, penyisiran dilakukan di berbagai titik yang diperkirakan menjadi area hanyutnya korban. Tim gabungan berupaya memperluas jangkauan pencarian untuk meningkatkan peluang menemukan korban.

Meski begitu, hasil pencarian hingga saat ini belum menunjukkan tanda keberadaan kedua awak kapal yang hilang.

Cuaca Buruk Jadi Kendala Pencarian

Operasi pencarian menghadapi tantangan yang tidak ringan. Salah satu kendala utama berasal dari kondisi cuaca yang kurang mendukung serta tingginya gelombang di kawasan perairan Tanjung Api.

Akibatnya, proses penyisiran tidak dapat dilakukan secara maksimal sepanjang waktu. Bahkan, pencarian sempat dihentikan sementara sebelum kembali dilanjutkan pada hari berikutnya.

Operasi pencarian terus dilakukan, tetapi hingga saat ini kedua korban belum ditemukan. Pencarian sempat dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali pada hari berikutnya,” kata Wahyu.

Ia menambahkan, seluruh unsur yang terlibat tetap berupaya maksimal untuk menemukan kedua korban.

Tim gabungan terus melaksanakan pencarian dengan harapan kedua nelayan yang hilang dapat segera ditemukan dan memberikan kepastian bagi keluarga,” paparnya.