Kutil Kelamin saat HamilKutil kelamin saat hamil tidak selalu disebabkan HPV. Simak penjelasan dokter mengenai perbedaan skin tag dan kutil HPV serta kapan ibu hamil perlu menjalani pemeriksaan.

Kutil kelamin saat hamil tidak selalu disebabkan infeksi HPV. Dokter menjelaskan perbedaan skin tag dan kutil akibat virus agar ibu hamil memahami kapan perlu menjalani pemeriksaan.

Kutil kelamin saat hamil dapat muncul akibat berbagai kondisi. Karena itu, ibu hamil tidak perlu langsung menganggap setiap benjolan di area vagina atau kelamin sebagai infeksi menular seksual. Pemeriksaan oleh dokter tetap diperlukan untuk memastikan penyebabnya sekaligus menentukan penanganan yang sesuai.

Dokter Spesialis Dermatologi, Venerologi, dan Estetik, Dr. dr. Suci Widhiati, M.Sc., Sp.D.V.E., Subsp.D.A., FINSDV, FAADV, menjelaskan bahwa kutil pada area kelamin selama kehamilan memiliki penyebab yang berbeda-beda. Penanganan pun bergantung pada jenis kutil yang ditemukan.

Menurutnya, perubahan hormon dan kondisi tubuh selama kehamilan dapat memengaruhi pertumbuhan jaringan kulit maupun kutil yang sudah ada sebelumnya. Oleh sebab itu, identifikasi penyebab menjadi langkah penting sebelum menentukan terapi.

Perbedaan Skin Tag dan Kutil Kelamin Akibat HPV

Dr. Suci menjelaskan bahwa tidak semua kutil pada area kelamin berasal dari infeksi virus. Salah satu kondisi yang cukup sering ditemukan adalah skin tag, yaitu pertumbuhan jaringan kulit jinak.

Jadi tergantung ini muncul kutilnya kutil apa. Ada kutil yang bukan disebabkan oleh virus atau kita sebut skin tag,” ujar Dr. Suci dalam wawancaranya.

Menurutnya, skin tag dapat membesar selama kehamilan akibat perubahan hormonal. Meski begitu, kondisi tersebut umumnya tidak berbahaya dan tidak memerlukan tindakan khusus apabila tidak menimbulkan keluhan.

Kutil HPV Perlu Penanganan Dokter

Berbeda dengan skin tag, kutil kelamin yang disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV) memerlukan perhatian lebih. Dalam praktiknya, perubahan kondisi tubuh selama kehamilan dapat membuat kutil akibat HPV bertambah banyak dan ukurannya semakin besar.

Kutil kelamin yang penyebabnya karena HPV, pada saat kehamilan memang jadi bertambah banyak dan lebih gampang besarnya,” jelas Dr. Suci.

Selain itu, ia menegaskan bahwa kutil akibat HPV sebaiknya segera diperiksakan kepada dokter. Penanganan dini bertujuan mengurangi risiko komplikasi, terutama ketika ibu hamil mendekati waktu persalinan.

Dr. Suci merupakan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) sekaligus Ketua Kelompok Staf Medis Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Ia mengingatkan bahwa pemeriksaan medis menjadi langkah penting untuk memastikan apakah benjolan di area kelamin merupakan skin tag atau kutil akibat infeksi HPV.