Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ronald Aristone Sinaga alias Bro Ron menyampaikan aspirasi kader daerah agar Presiden ke-7 RI Joko Widodo menduduki posisi struktural lebih tinggi di partai, bahkan mengarah pada wacana Jokowi Ketua Umum PSI. Pernyataan itu disampaikan Bro Ron usai bertemu Jokowi di kediamannya, Sumber, Solo, Jawa Tengah, Rabu (20/10).
Pertemuan tersebut berlangsung tertutup dan dihadiri oleh rombongan pengurus PSI dari sejumlah wilayah. Bro Ron menegaskan kedatangannya bukan tanpa alasan. Ia membawa pesan dari kader di daerah yang menginginkan kejelasan posisi Jokowi di tubuh partai berlambang gajah itu.
Menurut Bro Ron, antusiasme publik terhadap Jokowi masih sangat tinggi hingga saat ini. Ia menyebut kerumunan massa selalu menyambut kedatangan Jokowi di berbagai daerah. "Kita sudah lihat kan ke mana pun Bapak pergi sudah pasti dikerumunin. Paspampres saja selalu kewalahan mengadang masyarakat yang ingin bersalaman atau berfoto sama Bapak," kata Bro Ron.
Ia menambahkan, daya tarik Jokowi dinilai berbeda dibanding tokoh partai lain. "Itulah perbedaannya. Ya tentunya magnet kita, magnetnya gajah," lanjutnya, merujuk pada logo PSI.
Dorongan Kader soal Jokowi Ketua Umum PSI
Bro Ron mengungkapkan, wacana Jokowi Ketua Umum PSI bukan isu baru di internal partai. Ia menyebut dua pekan sebelumnya, pengurus PSI Cirebon telah menyampaikan aspirasi serupa kepada DPP.
Permintaan itu, kata Bro Ron, murni datang dari bawah tanpa arahan elite partai. "Kehadiran kami di sini untuk menindaklanjuti permohonan kader-kader kami yang ada di daerah yang sudah tidak sabar lagi, Bapak naik one level lagi," ujar Bro Ron.
Saat disinggung mengenai kemungkinan Jokowi benar-benar maju sebagai Ketua Umum PSI, Bro Ron tidak memberi jawaban tegas. Ia meminta publik bersabar menanti perkembangan selanjutnya. "Kita lihat lagi nanti surprise-nya ya. Sama seperti di Bandung menunjukkan kartu itu kan surprise. Kita tunggu aja surprise-nya," kata dia.
Posisi Ketua Umum PSI saat ini masih dipegang putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep, sejak terpilih melalui mekanisme internal partai pada 2025.
Opsi Dewan Pembina Turut Mengemuka
Selain posisi ketua umum, Bro Ron menyebut sebagian kader juga mengusulkan Jokowi mengisi kursi dewan pembina partai. Usulan serupa sebelumnya juga disampaikan Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, pada 19 Oktober lalu.
"Ada yang menginginkan jadi ketua umum, ada yang menjadi pembina, semua kita tampung. Tidak ada yang kita tahan, tidak ada yang kita sembunyikan," kata Bro Ron.
Isu Jokowi mengisi kursi Ketua Dewan Pembina PSI sejatinya telah mengemuka sejak pertengahan 2026. Sejumlah elite partai saat itu menyebut posisi tersebut tengah disiapkan untuk Jokowi guna mempercepat konsolidasi struktur organisasi.
Status keanggotaan Jokowi di PSI juga sempat dikonfirmasi secara langsung oleh yang bersangkutan. Pada akhir September 2026, Jokowi menunjukkan kartu tanda anggota PSI di hadapan kader saat rapat koordinasi daerah di Bandung dan menyebut telah bergabung sejak 14 Oktober 2025.
Keputusan Tetap di Tangan Ketua Umum
Bro Ron menegaskan, PSI mengusung konsep partai super terbuka yang menampung seluruh aspirasi akar rumput. Meski demikian, ia menyebut keputusan akhir soal posisi Jokowi tetap berada di tangan Kaesang Pangarep selaku Ketua Umum PSI.
Ia juga membuka kemungkinan pengumuman resmi terkait posisi Jokowi disampaikan dalam agenda partai di Surabaya dalam waktu dekat. "Bisa saja di Surabaya, bisa juga nantinya. Intinya, pesan dari akar rumput sudah kita sampaikan ke Bapak," ujarnya.
Pengamat politik sebelumnya menilai konsekuensi konsep partai perseorangan berpotensi menguntungkan PSI apabila Jokowi resmi bergabung dalam struktur inti, mengingat basis pemilih Jokowi dinilai menjadi modal elektoral signifikan menuju Pemilu 2029.
Dorongan kader daerah agar Jokowi Ketua Umum PSI pun menambah dinamika baru dalam konsolidasi partai menjelang tahapan Pemilu 2029. DPP PSI hingga kini belum memberikan pernyataan resmi mengenai kepastian posisi struktural Jokowi di partai.