Pengumuman Finalis OSN SMA 2026Pengumuman finalis OSN SMA 2026 dijadwalkan 18 Agustus. Simak cara cek hasil seleksi dan jadwal final nasional 25–31 Agustus.

Pengumuman finalis OSN SMA 2026 akan dirilis pada 18 Agustus 2026. Sebanyak 900 semifinalis kini menunggu hasil seleksi menuju babak nasional pada 25–31 Agustus.

Pengumuman finalis OSN SMA 2026 akan dirilis pada 18 Agustus 2026. Jadwal ini menjadi penentu bagi 900 siswa yang telah mengikuti Semifinal Nasional.

Babak semifinal berlangsung serentak pada Rabu, 12 Agustus 2026. Para peserta bersaing untuk mendapatkan tiket menuju OSN Tingkat Nasional.

Sementara itu, proses penilaian masih berlangsung untuk menentukan peserta yang berhak melaju ke tahap final. Mereka nantinya akan memperebutkan medali di ajang sains tingkat nasional.

Pengumuman Finalis OSN SMA 2026 dan Jadwal Final

Perjalanan menuju semifinal berlangsung melalui seleksi yang ketat. Sebanyak 13.542 peserta sebelumnya mengikuti OSN Tingkat Provinsi pada 27–29 Juli 2026.

Dari jumlah tersebut, hanya 900 siswa yang lolos berdasarkan Surat Pengumuman Nomor 1515/H3/PN.00/2026.

Di babak semifinal, peserta berkompetisi dalam sembilan bidang. Cabangnya meliputi Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, dan Informatika/Komputer.

Selain itu, peserta bertanding dalam bidang Astronomi, Ekonomi, Kebumian, serta Geografi.

Cara Cek Pengumuman Finalis OSN SMA 2026

Peserta dapat memantau pengumuman melalui portal resmi Pusat Prestasi Nasional. Setelah tersedia, pilih menu “Pengumuman” dan masuk ke kategori “SMA”.

Selanjutnya, cari dokumen berjudul “Pengumuman Finalis OSN Tingkat Nasional Jenjang DIKMEN Tahun 2026”. Peserta dapat mengunduh lampiran PDF tersebut.

Untuk mempercepat pencarian, gunakan fitur Ctrl + F. Masukkan nama siswa, nomor peserta, atau asal sekolah.

Jika lolos, peserta harus segera bersiap karena final nasional berlangsung pada 25–31 Agustus 2026. Jarak pengumuman dan pelaksanaan final hanya sekitar satu pekan.

Karena itu, persiapan tetap perlu berjalan selama menunggu hasil. Pembinaan mencakup pemantapan materi tingkat lanjut dan simulasi eksperimen atau praktikum.

Selain itu, sekolah dan guru pembimbing perlu menjaga kesiapan mental peserta. Kondisi kesehatan fisik juga menjadi bagian dari persiapan menuju babak puncak.