Dugaan kecurangan OSN 2026 menjadi perhatian setelah seorang peserta diduga membawa handphone saat seleksi tingkat kabupaten/kota. Puspresnas memastikan laporan tersebut telah ditindaklanjuti melalui proses investigasi.
Dugaan kecurangan OSN 2026 tengah menjadi perhatian menjelang pelaksanaan seleksi tingkat provinsi. Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memastikan laporan mengenai peserta yang diduga membawa handphone saat ujian sedang diproses sesuai ketentuan.
Kasus tersebut mencuat ketika seleksi tingkat kabupaten/kota masih berlangsung pada Juni 2026. Rekaman live streaming dari lokasi ujian di SMAN 1 Babat Toman, Sumatera Selatan, memperlihatkan seorang peserta yang diduga membawa perangkat komunikasi selama pelaksanaan tes.
Karena itu, Puspresnas segera merespons pengaduan yang beredar di media sosial. Langkah awal dilakukan dengan meneruskan laporan kepada pemerintah daerah agar sekolah terkait dapat menindaklanjuti proses pemeriksaan.
Puspresnas Pastikan Investigasi Berjalan Sesuai Pedoman OSN
Kepala Puspresnas Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, mengatakan identitas peserta yang diduga melanggar aturan telah diketahui. Namun, pihaknya belum mengungkapkan informasi tersebut karena investigasi masih berlangsung.
Menurutnya, tim saat ini mengumpulkan fakta dan melakukan pendalaman sebelum menetapkan keputusan. Selanjutnya, sanksi akan diberikan berdasarkan hasil investigasi serta pedoman resmi Olimpiade Sains Nasional.
Yang menjadi sorotan, sanksi dalam OSN tidak hanya berlaku bagi peserta. Dalam praktiknya, konsekuensi juga dapat dikenakan kepada sekolah maupun pemerintah daerah apabila ditemukan pelanggaran sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, pelaksanaan OSN 2026 memang mewajibkan setiap lokasi ujian menayangkan live streaming. Kebijakan tersebut bertujuan meningkatkan transparansi sekaligus memperkuat pengawasan selama proses seleksi berlangsung.
Lebih jauh, Irene menegaskan pengawasan pada seleksi tingkat provinsi akan berlangsung lebih ketat. Dengan demikian, setiap peserta diharapkan mematuhi seluruh aturan yang telah ditetapkan penyelenggara.
Selain menekankan kemampuan akademik, Puspresnas juga mengingatkan pentingnya integritas selama mengikuti kompetisi. Menurut Irene, karakter yang jujur menjadi fondasi utama dalam meraih prestasi sehingga seluruh peserta diharapkan menyelesaikan ujian sesuai kemampuan masing-masing dan mematuhi aturan OSN 2026.
