Bahasa Kita – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana melakukan penyesuaian tarif pada sejumlah rute Transjabodetabek dalam waktu dekat. Salah satu rute yang masuk dalam pembahasan adalah layanan Transjabodetabek SH2 tujuan Blok M-Bandara Soekarno Hatta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan keputusan mengenai tarif baru akan ditetapkan dalam bulan ini. Penyesuaian tidak hanya berlaku untuk rute menuju Bandara Soekarno Hatta, tetapi juga beberapa layanan Transjabodetabek lainnya yang dinilai memerlukan evaluasi tarif.
Menurut Pramono, langkah tersebut dilakukan setelah pemerintah daerah menilai besarnya subsidi yang saat ini harus ditanggung untuk operasional sejumlah rute.
Tarif Transjabodetabek Akan Dievaluasi Bulan Ini
Pramono menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyiapkan keputusan terkait penyesuaian tarif layanan Transjabodetabek.
“Untuk tarif Transjabodetabek Blok M-Soekarno Hatta, segera akan kami putuskan. Pada bulan-bulan ini kita akan memutuskan beberapa rute, bukan hanya Blok M ke Soekarno-Hatta, tetapi juga Transjabodetabek lainnya yang perlu penyesuaian,” ujarnya.
Meski demikian, ia belum mengungkapkan secara rinci rute mana saja yang akan mengalami perubahan tarif.
Yang patut dicermati, evaluasi tersebut dilakukan setelah beberapa layanan beroperasi dan menunjukkan kebutuhan biaya yang cukup besar.
Dalam konteks tersebut, pemerintah daerah ingin memastikan layanan transportasi tetap berjalan dengan baik sekaligus menjaga keberlanjutan pembiayaan operasional.

Beban Subsidi Jadi Alasan Penyesuaian Tarif
Menurut Pramono, salah satu alasan utama dilakukannya evaluasi tarif adalah tingginya subsidi yang harus diberikan oleh Pemprov DKI Jakarta.
Saat ini, sejumlah layanan Transjabodetabek masih memperoleh dukungan pembiayaan agar tarif tetap terjangkau bagi masyarakat.
Namun, pemerintah daerah menilai ada beberapa rute yang membutuhkan penyesuaian agar beban subsidi tidak terus meningkat.
Karena itu, pembahasan mengenai tarif baru menjadi salah satu langkah yang sedang dipersiapkan.
Di sisi lain, penyesuaian tarif juga mempertimbangkan biaya operasional yang harus dikeluarkan untuk menjaga kualitas layanan.
Dengan kata lain, kebijakan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pendapatan, tetapi juga keberlangsungan operasional transportasi publik.
Rute Blok M-Bandara Soekarno Hatta Jadi Sorotan
Rute SH2 Blok M-Bandara Soekarno Hatta menjadi salah satu layanan yang mendapat perhatian dalam pembahasan tarif.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi meluncurkan rute tersebut pada 12 Maret 2026 sebagai bagian dari pengembangan jaringan Transjabodetabek.
Layanan ini menghubungkan kawasan Blok M dengan Bandara Soekarno Hatta melalui perjalanan langsung menggunakan armada khusus.
Pramono sebelumnya menargetkan evaluasi tarif dilakukan setelah rute tersebut beroperasi selama tiga bulan.
Karena itu, periode evaluasi kini memasuki tahap yang telah direncanakan sejak awal peluncuran layanan.
Pemprov Pertimbangkan Tarif Rp10 Ribu hingga Rp15 Ribu
Sebelum keputusan final ditetapkan, Pemprov DKI Jakarta telah membuka kemungkinan penyesuaian tarif pada kisaran Rp10.000 hingga Rp15.000.
Menurut Pramono, ada sejumlah faktor yang menjadi pertimbangan dalam menentukan tarif layanan tersebut.
“Pertama, karena ini rutenya panjang, busnya baru dan khusus untuk itu, sehingga perlu biaya yang harus dikeluarkan,” kata Pramono.
Selain itu, operasional di kawasan bandara juga memunculkan biaya tambahan yang perlu diperhitungkan.
Ia menjelaskan bahwa armada yang melayani Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal 3 tidak dapat menggunakan area parkir secara gratis.
Akibatnya, terdapat biaya operasional tambahan yang harus ditanggung selama layanan berlangsung.
Secara faktual, faktor panjang rute, penggunaan armada khusus, serta biaya operasional di kawasan bandara menjadi dasar utama pertimbangan penyesuaian tarif Transjabodetabek dalam waktu dekat.
