Kasus Aktivitas Akademi Crypto

Dugaan Penipuan Kripto, Timothy Ronald Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

bahasakita.id – Kasus Timothy Ronald memasuki tahap penyelidikan setelah Polda Metro Jaya menerima laporan dugaan penipuan investasi trading kripto. Laporan tersebut diajukan oleh seseorang berinisial Y dan menyeret nama investor muda sekaligus pendiri Akademi Crypto.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto membenarkan adanya laporan tersebut.
Benar, ada laporan terkait kripto oleh pelapor inisial Y,” kata Budi saat dikonfirmasi, Senin (12/1/2026).

Laporan polisi itu diterima pada Jumat (9/1/2026) sekitar pukul 17.57 WIB dan telah terdaftar dengan nomor LP 227/I/2026. Saat ini, perkara tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

Kerugian Pelapor Disebut Capai Rp 3 Miliar

Secara faktual, pelapor mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 3 miliar. Kerugian tersebut diduga terjadi akibat janji keuntungan investasi kripto dengan potensi kenaikan 300 hingga 500 persen.

Termasuk yang bersangkutan mengalami kerugian sekitar 3 miliar rupiah karena ada janji terhadap keuntungan potensi naik 300 sampai dengan 500 persen,” ujar Budi.

Dalam praktiknya, investasi yang dijanjikan tidak memberikan hasil sesuai klaim. Nilai aset kripto yang dibeli korban justru mengalami penurunan signifikan.

Kasus Bermula dari Aktivitas Akademi Crypto

Mengacu pada keterangan pelapor, kasus ini bermula saat korban tergabung dalam grup Discord Akademi Crypto. Pada Januari 2024, korban menerima rekomendasi untuk membeli koin Manta.

Timothy Ronald - Akademi Crypto Helat Event 2024
Timothy Ronald – Akademi Crypto Helat Event 2024

Namun pada kenyataannya, harga koin tersebut turun hingga minus 90 persen. Akibatnya, dana yang telah diinvestasikan tidak dapat diselamatkan.

Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Pelapor dan Saksi

Polda Metro Jaya telah menjadwalkan klarifikasi terhadap pelapor dan sejumlah saksi pada Selasa (13/1/2026).

Nah ini juga baru laporan masuk, akan segera ditangani,” kata Budi.

Hingga saat ini, Timothy Ronald belum memberikan keterangan resmi terkait laporan tersebut. Polisi juga belum mengungkap jumlah pasti korban maupun kronologi lengkap perkara.