BANK Mandiri Taspen & UGM

Kerja Sama Bank Mandiri Taspen dan UGM Dorong Literasi Keuangan Kampus

Bahasa Kita – Literasi keuangan kampus menjadi fokus utama dalam kerja sama antara PT Bank Mandiri Taspen dan Universitas Gadjah Mada yang diteken pada 10 April 2026. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat pemahaman keuangan di lingkungan akademik, mencakup mahasiswa hingga tenaga pendidik.

Kesepakatan tersebut tidak hanya menyentuh aspek layanan perbankan, tetapi juga menargetkan peningkatan kesadaran finansial secara menyeluruh di kampus. Program literasi menjadi bagian dari integrasi antara dunia pendidikan dan sektor keuangan.

Direktur Utama Bank Mandiri Taspen, Panji Irawan, menegaskan bahwa kerja sama ini menghadirkan solusi konkret yang relevan dengan kebutuhan kampus.

Penandatanganan ini bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen untuk mendukung operasional kampus sekaligus meningkatkan pemahaman keuangan sivitas akademika,” ujarnya.

Bagaimana Literasi Keuangan Kampus Diimplementasikan?

Dalam praktiknya, literasi keuangan kampus dijalankan melalui berbagai program edukasi. Kegiatan ini menyasar mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.

Materi yang diberikan mencakup pengelolaan keuangan pribadi, pemahaman produk perbankan, serta perencanaan finansial jangka panjang. Artinya, pendekatan yang digunakan tidak bersifat teoritis semata.

Selain itu, integrasi layanan digital seperti virtual account untuk pembayaran UKT dan PNBP turut memperkuat pemahaman praktis. Mahasiswa dan staf kampus berinteraksi langsung dengan sistem keuangan modern.

Peran Digitalisasi dalam Edukasi Keuangan

Yang jadi sorotan, digitalisasi menjadi pintu masuk dalam membangun literasi. Sistem pembayaran berbasis virtual account memperkenalkan cara kerja transaksi keuangan secara nyata.

Dengan kata lain, penggunaan teknologi tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran. Sivitas akademika memahami alur keuangan melalui pengalaman langsung.

Di sisi lain, Bank Mandiri Taspen juga memperluas jangkauan edukasi melalui program pendampingan dan sosialisasi.

Siapa yang Mendapat Dampak dari Program Ini?

Literasi keuangan kampus menyasar seluruh elemen di lingkungan UGM. Mahasiswa menjadi kelompok utama yang mendapatkan pemahaman dasar hingga lanjutan tentang keuangan.

Namun pada saat yang sama, dosen dan tenaga kependidikan juga menjadi bagian penting dari program ini. Mereka diberikan pembekalan untuk mengelola keuangan secara lebih terencana.

Rektor UGM, Ova Emilia, menilai pendekatan ini relevan dengan kebutuhan kampus. Ia menyebut literasi keuangan sebagai fondasi penting dalam meningkatkan kesejahteraan sivitas akademika.

Program literasi keuangan menjadi penting agar seluruh tenaga pendidik memiliki kesiapan finansial yang matang,” kata Ova.

Tak hanya itu, kerja sama ini juga melanjutkan sinergi yang telah berjalan selama kurang lebih satu dekade. Dalam periode tersebut, berbagai program telah memberikan dampak nyata.

Dalam konteks tersebut, literasi keuangan kampus tidak hanya menjadi program tambahan. Ia berkembang menjadi bagian dari sistem pembelajaran yang terintegrasi dengan kebutuhan kehidupan nyata.

Dengan demikian, pemahaman keuangan tidak lagi terbatas pada teori, tetapi menjadi keterampilan yang melekat dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan akademik.