Field Trip Siswa SD di Salatiga Piknik Sewa Pesawat Garuda

Biaya Field Trip Pesawat SD Salatiga Rp3 Juta, Disiapkan Sejak Kelas 1

Bahasa Kita – Biaya field trip naik pesawat siswa SD Muhammadiyah Plus Salatiga menjadi perhatian setelah kegiatan tersebut viral di media sosial. Sekolah menyebut total biaya sekitar Rp3 juta dan telah disosialisasikan kepada orang tua sejak awal.

Kepala sekolah Dwi Wuryandari menjelaskan bahwa program ini sudah dirancang sejak siswa pertama kali masuk sekolah.

Biaya Disiapkan Bertahap Sejak Awal

Menurut Dwi, pihak sekolah memberikan fasilitas menabung khusus untuk mendukung program field trip. Program ini dimulai sejak siswa berada di kelas 1.

Dari sekolah ada program menabung khusus untuk persiapan fieldtrip,” ujarnya.

Dalam praktiknya, orang tua diberikan kebebasan menentukan nominal tabungan. Tidak ada jumlah tetap yang harus disetor setiap periode.

Yang kerap luput diperhatikan, sistem ini dirancang agar tidak memberatkan orang tua dalam jangka pendek.

Tabungan Fleksibel dan Tidak Mengikat

Dwi menegaskan bahwa tabungan bersifat fleksibel. Orang tua dapat menyesuaikan kemampuan masing-masing.

Jika tabungan belum mencukupi, kekurangan dapat ditutup menjelang keberangkatan. Sebaliknya, jika ada kelebihan, dana akan dikembalikan.

Dengan kata lain, sistem ini memberi ruang pengelolaan keuangan yang lebih longgar.

bahasa kita
Dwi Wuryandari, Kepala SD Muhamadiyah Plus Salatiga dan Wakil Kepala Sekolah Wiwik Widyastuti.

Penginapan dan Kemandirian Siswa

Selama di Jakarta, siswa menginap di hotel kawasan Menteng. Setiap kamar diisi empat anak.

Dalam konteks ini, siswa belajar mengatur waktu dan tanggung jawab pribadi. Mereka harus bangun pagi dan berkumpul tepat waktu.

Anak-anak harus belajar mandiri,” kata Dwi.

Menurutnya, seluruh siswa mampu mengikuti jadwal dengan disiplin selama kegiatan berlangsung.

Perjalanan Pulang Gunakan Kereta Eksekutif

Setelah menyelesaikan kegiatan, rombongan kembali ke Semarang menggunakan kereta api eksekutif. Empat gerbong penuh digunakan untuk mengangkut seluruh peserta.

Mereka berangkat dari Stasiun Gambir pukul 16.45 WIB dan tiba di Semarang Tawang sekitar pukul 22.00 WIB.

Sebelum kembali ke Salatiga, rombongan sempat singgah di Masjid Baiturrahman untuk menunaikan salat.

Nilai Pembelajaran di Balik Program

Dwi menyebut kegiatan ini tidak hanya soal perjalanan, tetapi juga pembentukan karakter siswa.

Ia menilai nilai religius, kemandirian, dan tanggung jawab menjadi bagian dari proses pembelajaran.

Kegiatan field trip ini mengajarkan banyak nilai,” ujarnya.

Dalam kerangka itu, biaya yang dikeluarkan menjadi bagian dari investasi pendidikan yang telah direncanakan sejak awal.