Bahasa Kita – Pelatihan KUHP KUHAP digelar Polres Mojokerto sebagai langkah memperkuat pemahaman anggota terhadap regulasi baru. Kegiatan ini menekankan pentingnya implementasi hukum yang profesional, humanis, dan berintegritas dalam penegakan hukum di lapangan.
Pelatihan berlangsung di Aula Polres Mojokerto pada Kamis, 16 April 2026. Kegiatan ini diikuti anggota dari berbagai satuan fungsi serta jajaran Polsek di wilayah hukum Polres Mojokerto.
Pembaruan Hukum Jadi Fokus Utama Pelatihan
Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata menyampaikan bahwa pembaruan KUHP dan KUHAP merupakan langkah strategis dalam merespons dinamika hukum.
Menurutnya, perubahan ini menuntut seluruh anggota Polri untuk memahami aturan baru secara menyeluruh.
“Pembaruan KUHP dan KUHAP merupakan langkah strategis,” ujarnya dalam sambutan.
Dalam konteks tersebut, pemahaman tidak hanya bersifat teoritis. Anggota dituntut mampu menerapkan ketentuan tersebut dalam praktik penegakan hukum sehari-hari.
Penekanan pada Profesionalitas dan Integritas
Kapolres menegaskan bahwa implementasi aturan baru harus dilakukan secara profesional dan berintegritas. Hal ini menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik.
Di sisi lain, pendekatan humanis juga menjadi bagian penting. Penegakan hukum tidak hanya berorientasi pada prosedur, tetapi juga mempertimbangkan aspek keadilan.
Dengan kata lain, perubahan regulasi harus diikuti perubahan cara kerja di lapangan.
Materi Pelatihan Disampaikan Secara Komprehensif
Dalam kegiatan tersebut, Kasat Reskrim AKP Aldhino Prima Wirdhan dan Kasikum AKP Juni Raharjo menyampaikan materi terkait substansi perubahan dalam KUHP dan KUHAP.
Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek penting, termasuk penyesuaian prosedur dalam penyelidikan dan penyidikan.
Yang jadi sorotan, pelatihan ini memberikan gambaran konkret mengenai perubahan mekanisme kerja yang harus dilakukan anggota.

Penyesuaian Prosedur Penegakan Hukum
Dalam praktiknya, perubahan regulasi berdampak langsung pada tahapan penanganan perkara. Anggota perlu menyesuaikan langkah sesuai ketentuan terbaru.
Hal ini meliputi proses penyelidikan hingga penyidikan. Setiap tahapan harus mengikuti aturan yang telah diperbarui.
Dengan demikian, kesalahan prosedur dapat diminimalisir dan kualitas penegakan hukum meningkat.
Peningkatan Kapasitas Anggota Jadi Target
Kapolres berharap pelatihan ini mampu meningkatkan kapasitas anggota. Pemahaman yang baik dinilai akan berdampak pada kinerja di lapangan.
“Diharapkan seluruh peserta dapat meningkatkan kapasitas dan pemahaman hukum,” kata AKBP Andi.
Dalam kerangka itu, pelatihan tidak hanya menjadi agenda formal. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pelayanan hukum kepada masyarakat.
Yang patut dicermati, peningkatan kapasitas ini diarahkan untuk menciptakan penegakan hukum yang transparan dan berkeadilan di wilayah Polres Mojokerto.
