Wali Kota Surakarta Respati Ardi

Wali Kota Surakarta Instruksikan ASN Pelajari AI untuk Efisiensi Birokrasi

Bahasa Kita – Wali Kota Surakarta menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Surakarta untuk mempelajari kecerdasan buatan guna meningkatkan efisiensi birokrasi dan pelayanan publik.

Instruksi tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tanpa terkecuali. Langkah ini menjadi bagian dari upaya percepatan transformasi digital di lingkungan pemerintahan kota.

Saya sudah memberikan arahan kepada seluruh jajaran pemerintah kota, setiap OPD untuk belajar AI,” ujar Respati, Senin (4/5/2026).

Kebijakan ini menempatkan penguasaan teknologi sebagai kebutuhan mendasar bagi ASN dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Instruksi Wali Kota Surakarta untuk ASN Belajar AI

Wali Kota Surakarta menegaskan bahwa penguasaan kecerdasan buatan tidak lagi bersifat opsional. Seluruh ASN diminta untuk mulai memahami teknologi tersebut sebagai bagian dari peningkatan kapasitas kerja.

Dalam praktiknya, setiap OPD memiliki tanggung jawab untuk mengintegrasikan pembelajaran AI ke dalam aktivitas kerja masing-masing. Hal ini dilakukan agar penerapan teknologi dapat langsung berdampak pada kinerja birokrasi.

Menurut Respati, langkah ini bertujuan menciptakan sistem kerja yang lebih cepat, tepat, dan efisien. Dengan dukungan teknologi, proses administrasi diharapkan dapat disederhanakan.

Penerapan AI di Pemerintahan dan Pendidikan

Respati Ardi
Wali Kota Surakarta Instruksikan ASN Pelajari AI untuk Efisiensi Birokrasi

Selain di lingkungan pemerintahan, Wali Kota Surakarta juga mendorong penerapan AI di sektor pendidikan. Pemerintah saat ini tengah mengkaji model kurikulum yang sesuai untuk pengenalan teknologi tersebut.

Kami lagi pelajari kira-kira di mana kurikulum yang pas dan mulai usia berapa untuk AI ini,” kata Respati.

Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi. Namun, fokus utama tetap berada pada peningkatan kapasitas ASN sebagai pelaksana layanan publik.

Penguatan SDM sebelum Integrasi Teknologi

Respati menekankan bahwa kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam implementasi AI. Oleh karena itu, pelatihan bagi ASN dilakukan sebagai tahap awal sebelum integrasi penuh teknologi.

Tidak hanya di sekolah, di Pemkot pun para ASN itu belajar AI sekarang,” ucapnya.

Langkah ini menunjukkan bahwa transformasi digital tidak hanya berbasis teknologi, tetapi juga pada peningkatan kompetensi individu. ASN diharapkan mampu memahami dan memanfaatkan AI secara tepat.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Surakarta menargetkan peningkatan kualitas layanan publik melalui pendekatan berbasis teknologi. Dengan sistem yang lebih responsif, kebutuhan masyarakat dapat ditangani lebih cepat.

Transformasi ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam memperkuat inovasi layanan berbasis digital.