Bahasa Kita – TKA 2026 untuk jenjang SMA dan sederajat dipastikan mulai digelar pada 26 Oktober hingga 8 November 2026. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memajukan jadwal pelaksanaan sekaligus mengubah pola ujian tahun ini.
Perubahan tersebut diumumkan Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, Rahmawati, dalam Taklimat Media Hasil TKA jenjang SMP dan SD di Kompleks Kemendikdasmen, Jakarta Pusat.
Menurut Rahmawati, perubahan jadwal dilakukan setelah pemerintah mengevaluasi pelaksanaan TKA tahun sebelumnya serta menerima berbagai masukan dari masyarakat.
“Jadi, yang pertama tentang linimasa pelaksanaan TKA jenjang SMA maju sedikit satu pekan, pelaksanaan menjadi 26 Oktober sampai 8 November. Pendaftaran akan kami mulai di Bulan Agustus, lebih dari satu bulan waktu yang disediakan,” kata Rahmawati, Selasa 26 Mei 2026.
Jadwal TKA 2026 Dimajukan dari Tahun Sebelumnya
Yang jadi sorotan, jadwal pelaksanaan TKA tahun ini dimajukan dibanding tahun sebelumnya.
Dalam praktiknya, Kemendikdasmen ingin memberikan waktu lebih panjang bagi sekolah dan peserta untuk mempersiapkan administrasi maupun teknis pelaksanaan.
Masa pendaftaran TKA 2026 juga diperpanjang mulai Agustus 2026. Kebijakan itu dibuat agar peserta memiliki waktu cukup sebelum ujian dimulai.
Di sisi lain, pemerintah juga melakukan penyesuaian pada pengaturan gelombang ujian dan pembagian mata pelajaran.
Langkah tersebut menjadi bagian dari evaluasi sistem asesmen nasional tingkat SMA.
Skema TKA 2026 Diubah Jadi Empat Hari
Selain jadwal, Kemendikdasmen turut mengubah pola pelaksanaan TKA 2026.
Jika sebelumnya peserta mengikuti ujian selama dua hari dengan beberapa mata pelajaran dalam satu hari, kini durasi ujian diperpanjang menjadi empat hari.
Perubahan itu dilakukan setelah muncul aspirasi dari peserta terkait beban ujian yang dianggap terlalu padat.
“Secara aspirasi pelaksanaan, ada harapan supaya di satu hari itu jangan sampai diujikan 3 mata pelajaran. Dan kami mengakomodir itu sehingga pelaksanaan setiap murid tidak lagi 2 hari, tetapi menjadi 4 hari,” ujar Rahmawati.
Yang menarik, sistem baru tersebut diharapkan membuat peserta lebih fokus saat mengerjakan setiap mata pelajaran.
Tak hanya itu, hasil TKA nantinya juga menjadi salah satu penunjang jalur prestasi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB.
Kemendikdasmen Evaluasi Pelaksanaan TKA Sebelumnya
Dalam konteks tersebut, perubahan TKA 2026 disebut sebagai bagian dari penyempurnaan asesmen nasional.
Pemerintah ingin memastikan proses ujian berjalan lebih nyaman tanpa mengurangi kualitas penilaian akademik.
Secara faktual, pengaturan mata pelajaran dan pembagian jadwal dibuat agar peserta tidak menghadapi terlalu banyak ujian dalam satu hari.
Yang kerap luput diperhatikan, evaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya juga menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan baru TKA 2026.
Menurut Kemendikdasmen, pelaksanaan yang lebih tertata diharapkan mampu menghasilkan capaian akademik yang lebih optimal bagi peserta didik di seluruh Indonesia.
Pada akhirnya, pemerintah berharap pelaksanaan TKA 2026 dapat berjalan lebih tertib, terukur, dan efektif dibanding tahun sebelumnya.
