Bahasa Kita – Panas ekstrem yang melanda India kembali menjadi perhatian setelah suhu udara di sejumlah wilayah menembus lebih dari 45 derajat Celsius. Kondisi tersebut meningkatkan risiko kesehatan masyarakat dan berpotensi memicu lonjakan angka kematian.
Gelombang panas saat ini dilaporkan terjadi di wilayah utara, tengah, dan timur India. Beberapa negara bagian mengalami suhu tinggi secara konsisten dalam beberapa hari terakhir.
Fenomena ini muncul di tengah kekhawatiran yang semakin besar terhadap dampak perubahan iklim terhadap cuaca ekstrem di kawasan Asia Selatan.
Panas Ekstrem Melanda Sejumlah Negara Bagian India
Wilayah yang terdampak meliputi Madhya Pradesh, Rajasthan, sebagian Uttar Pradesh, dan Haryana. Suhu udara di daerah tersebut terus berada pada level yang sangat tinggi.
Dalam realitas di lapangan, kondisi panas berkepanjangan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan masyarakat yang bekerja di ruang terbuka.
Para peneliti menilai gelombang panas yang berlangsung selama beberapa hari memiliki dampak jauh lebih besar dibandingkan suhu tinggi yang terjadi dalam waktu singkat.
Akibatnya, angka kematian berpotensi meningkat secara signifikan ketika cuaca ekstrem berlangsung tanpa jeda.
Penelitian yang dilakukan oleh India Energy and Climate Center di University of California Berkeley mencoba memetakan dampak panas ekstrem terhadap angka kematian di India.
Para peneliti menggunakan data rata-rata kematian tingkat distrik dan proyeksi populasi India tahun 2024 untuk menyusun berbagai skenario risiko.
Hasil penelitian menunjukkan satu hari panas ekstrem dapat menyebabkan sekitar 3.400 kematian tambahan secara nasional.
Sementara itu, apabila kondisi tersebut berlangsung selama lima hari berturut-turut, jumlah kematian tambahan diperkirakan mendekati 30 ribu orang.
Uttar Pradesh Jadi Wilayah Paling Terdampak
Pemetaan risiko yang dilakukan dalam penelitian tersebut menunjukkan Uttar Pradesh berada pada posisi paling rentan terhadap dampak gelombang panas.
Wilayah ini diperkirakan dapat mengalami sekitar 8.100 kematian tambahan dalam skenario gelombang panas selama lima hari.
Selain Uttar Pradesh, sejumlah distrik perkotaan juga masuk dalam kategori risiko tinggi.
Ahmedabad, Jaipur, dan Surat diperkirakan mencatat lebih dari 250 kematian tambahan dalam satu peristiwa gelombang panas.
Fenomena panas ekstrem yang terus berulang memunculkan kembali pembahasan mengenai dampak perubahan iklim terhadap kondisi cuaca global.
India selama ini dikenal sebagai salah satu negara yang sangat rentan terhadap suhu ekstrem akibat kombinasi faktor iklim dan kepadatan penduduk yang tinggi.
Yang patut dicatat, penelitian ini juga menyoroti masih terbatasnya data rinci mengenai dampak gelombang panas terhadap angka kematian di berbagai distrik India.
Kondisi tersebut membuat para peneliti terus mendorong penguatan sistem pemantauan agar risiko kesehatan akibat panas ekstrem dapat dipetakan secara lebih akurat di masa mendatang.
